Headline.co.id, Jakarta ~ Penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 melalui TVRI diperkirakan akan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung sebesar Rp5,03 triliun. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menilai bahwa dampak ekonomi tersebut berasal dari berbagai aktivitas usaha selama persiapan hingga pelaksanaan turnamen, termasuk hak siar, periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise, serta aktivitas hotel, restoran, kafe (Horeka), nonton bareng (nobar), dan pelaku UMKM.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, menyatakan bahwa manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah. “Manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga menjangkau pelaku usaha di berbagai daerah,” kata Kukrit dalam keterangan resminya yang diterima pada Jumat (24/7/2026).
Menurut Kukrit, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi TVRI, pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, serta tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan turnamen. Data survei Lokadata bersama TVRI terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 menunjukkan bahwa 91,5 persen responden mengikuti Piala Dunia 2026, sementara 62,2 persen menyaksikan pertandingan melalui siaran TVRI. “Survei menunjukkan bahwa kegiatan nonton bareng menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Survei juga menunjukkan bahwa sebanyak 78,1 persen responden mengikuti nobar sedikitnya satu kali selama turnamen dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia. Belanja tersebut digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data internet, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya yang secara langsung meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
Selain itu, luasnya jangkauan siaran TVRI memperbesar dampak ekonomi karena 59,5 persen responden mengakses pertandingan melalui siaran televisi digital gratis, melampaui penggunaan berbagai platform digital berbayar. Survei yang sama juga mencatat bahwa 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia, sedangkan 73 persen menyatakan bangga TVRI kembali menjadi official broadcaster Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia. Mayoritas responden menilai akses siaran gratis, minim iklan, dan mudah dijangkau sebagai keunggulan utama TVRI.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan siaran Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas tayangan, tetapi juga manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat. “Keberhasilan penyelenggaraan siaran Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas tayangan, tetapi juga manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat,” ujar Fiki. Ia menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, komunitas, pelaku UMKM, mitra penyiaran, relawan, serta masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan on-air maupun off-air selama Piala Dunia 2026.
Capaian tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, memperkuat pemberdayaan UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, serta memperluas pemerataan manfaat pembangunan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.














