Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar untuk pembangunan 10 sekolah percontohan di lima kecamatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata, serta mendukung pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi. Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Pemkab Morowali dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada Senin (20/7/2026).
Audiensi tersebut dipimpin oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, yang membahas strategi peningkatan mutu layanan pendidikan, khususnya pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Percontohan di Kabupaten Morowali. Bupati Iksan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, terutama pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut Iksan, salah satu program prioritas pemerintah daerah adalah menghadirkan sekolah percontohan di setiap kecamatan sebagai pusat pembelajaran yang berkualitas dan menjadi model peningkatan mutu pendidikan. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan sekolah percontohan di setiap kecamatan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sekolah-sekolah ini akan menjadi model dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menjelaskan bahwa konsep Sekolah Nasional Terintegrasi berbeda dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Garuda. Menurutnya, Sekolah Nasional Terintegrasi adalah sekolah nonasrama yang diperuntukkan bagi peserta didik di daerah setempat melalui mekanisme seleksi. “Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang untuk memberikan layanan pendidikan secara gratis bagi peserta didik,” jelas Eko.
Eko menambahkan bahwa pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi berfokus pada tiga aspek utama, yaitu transformasi infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembelajaran. Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, menambahkan bahwa Pemkab Morowali telah merealisasikan rencana pembangunan sekolah percontohan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk membangun 10 sekolah baru di lima kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.
Audiensi tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas Pemkab Morowali dan Kemendikdasmen dalam mengembangkan program pendidikan nasional di daerah serta mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata. Turut mendampingi Bupati Morowali dalam audiensi tersebut adalah Anggota DPRD Kabupaten Morowali Aminudin, Moh. Reza, Yopi Sabara, Abdul Muin, serta Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Morowali Arifin Lakane.


















