Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk segera mengambil peran dalam rantai pasok industri kecerdasan artifisial (AI) global. Hal ini disampaikan Nezar dalam acara Grab Venture Velocity Batch Sembilan di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, persaingan dalam industri AI kini telah beralih dari sekadar pengembangan aplikasi ke penguasaan semikonduktor, pusat data, graphics processing unit (GPU), dan mineral kritis.
Nezar menyoroti perubahan dalam ekosistem startup global, di mana fokus kini bergeser dari mengejar valuasi dan pertumbuhan agresif ke pembangunan bisnis yang berkelanjutan. Ia mencontohkan India yang berhasil memperkuat ekosistem startup melalui kebijakan Make in India, pengembangan industri semikonduktor, dan dukungan pemerintah terhadap inovasi berbasis AI.
Menurut Nezar, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dalam industri AI, didukung oleh tingginya tingkat adopsi teknologi, berkembangnya startup berbasis AI, dan inisiatif pengembangan large language model (LLM) nasional. Namun, ia mengakui bahwa Indonesia masih berada pada tahap pemanfaatan teknologi AI dan perlu memperkuat kapasitas nasional agar dapat menjadi pengembang teknologi, bukan hanya pengguna.
Nezar menilai bahwa penguatan industri AI nasional harus didukung oleh pembangunan infrastruktur digital yang memadai, seperti pusat data, GPU, dan industri semikonduktor. Selain itu, Indonesia memiliki keunggulan berupa cadangan mineral kritis, termasuk nikel dan pasir silika, yang perlu dihilirisasi untuk memberikan nilai tambah bagi industri teknologi nasional.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI nasional, pemerintah sedang menyiapkan Peta Jalan AI yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Regulasi ini disusun dengan pendekatan berbasis risiko untuk menjaga keseimbangan ruang inovasi dan perlindungan masyarakat dalam pemanfaatan AI. Nezar menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai teknologi yang mendukung produktivitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.




















