Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia. Asap kendaraan bermotor dan emisi industri sering kali menyebabkan kualitas udara mencapai tingkat yang tidak sehat. Berdasarkan laporan dari LiveScience pada Senin (20/7/26), polusi udara tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan manusia. Dampaknya bisa berupa keluhan ringan hingga gangguan kesehatan serius, terutama jika paparan terjadi dalam jangka waktu lama.
Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri, menjelaskan bahwa kualitas udara yang buruk dapat dikenali dari bau yang menetap atau partikel besar yang terlihat melayang di udara. Tubuh juga memberikan sinyal ketika terlalu sering terpapar udara tercemar. Berikut adalah beberapa tanda tubuh yang dapat menunjukkan Anda terlalu sering terpapar polusi udara:
1. Batuk, bersin, mata berair, dan sesak napas
Iritasi pada saluran pernapasan adalah salah satu tanda umum. Batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, dan mata perih atau berair dapat terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap polutan di udara. Chloe Fellows, pendiri Haze Environmental dari Inggris, menyatakan bahwa tubuh akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir sebagai respons terhadap polusi.
2. Sakit kepala dan pusing
Sering mengalami sakit kepala atau pusing bisa jadi bukan hanya karena kurang tidur. Udara kotor juga dapat menjadi penyebabnya. John McKeon, CEO Allergy Standards dan peneliti di Indoor Air Innovation & Research Institute, menjelaskan bahwa paparan karbon monoksida atau tingginya karbon dioksida di ruang minim ventilasi dapat memicu keluhan tersebut. Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap partikel halus PM2.5 berkaitan dengan meningkatnya risiko migrain.
3. Badan terasa cepat lelah
Merasa cepat lelah meski aktivitas tidak berat bisa menjadi tanda tubuh terlalu sering terpapar polusi udara. Menghirup udara tercemar membuat sistem pernapasan bekerja lebih keras untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tubuh lebih mudah kehabisan energi dan terasa lemas.
4. Asma atau alergi makin sering kambuh
Menurut Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA), kualitas udara yang buruk dapat memperparah gejala asma atau alergi. Keluhan seperti mengi, sesak napas, hidung meler, bersin terus-menerus, dan dada terasa berat dapat muncul lebih sering seiring meningkatnya kadar polutan. José Costa, dokter spesialis anak di Children’s Allergy Clinic Inggris, menyebut bahwa konsentrasi alergen tinggi di udara dapat memperburuk gejala alergi dan bahkan berkembang menjadi asma alergi.
5. Iritasi kulit
Polusi udara tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan kulit. Paparan polutan dapat mengganggu lapisan pelindung kulit, membuat kulit lebih kering, sensitif, gatal, atau kemerahan. Pada orang dengan kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau dermatitis atopik, paparan polusi udara juga dapat memicu kekambuhan.
Demikianlah tanda-tanda tubuh yang terlalu sering terpapar polusi udara. Penting untuk memperhatikan gejala-gejala ini dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi paparan polusi udara.


















