Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak anak-anak Indonesia untuk tumbuh menjadi generasi yang saling menjaga dengan menolak segala bentuk kekerasan dan peduli terhadap sesama. Ajakan ini disampaikan Arifah dalam puncak Lokakarya Forum Anak Nasional 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, pada Minggu (19/7/2026).
Arifah Fauzi menekankan bahwa menjadi generasi penerus bangsa tidak hanya ditandai dengan keberanian memiliki cita-cita, tetapi juga keberanian menyampaikan pendapat, menghargai pandangan orang lain, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia mengingatkan pentingnya komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, serta menekankan bahwa anak-anak harus memiliki kesadaran agar tidak menjadi korban maupun pelaku kekerasan.
Selain itu, Arifah menyoroti penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Ia mengingatkan agar media sosial dimanfaatkan secara bijak, karena penggunaan yang tidak tepat dapat membawa berbagai risiko terhadap keselamatan anak. Sebagai contoh, Arifah menyebut adanya kasus kekerasan seksual yang berawal dari perkenalan melalui media sosial, dan mengimbau anak-anak untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi di ruang digital.
Tidak hanya menyampaikan pesan kepada anak-anak, Arifah juga mengajak para orang tua untuk memperkuat komunikasi dan membangun hubungan emosional yang erat dengan anak. Menurutnya, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarga. “Keberhasilan anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarga,” ujar Arifah.
Ia berharap Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak agar keluarga memiliki lebih banyak waktu bersama anak dan bersama-sama mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
















