Headline.co.id, Lumajang ~ Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan positif. Hingga 19 Juli 2026, sembilan Petugas Pencacah Lapangan (PPL) telah mencapai rata-rata pencacahan sebesar 65,40 persen. Sensus ini, yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun, berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi menyeluruh tentang aktivitas usaha masyarakat guna mendukung penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional dan daerah.
Di Desa Sumberwuluh, pencacahan mencakup wilayah seluas 17,60 kilometer persegi yang terdiri dari 10 dusun, 10 RW, dan 44 RT. Tantangan yang dihadapi petugas meliputi luas wilayah, sebaran permukiman, dan beragam aktivitas usaha masyarakat. Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) Desa Sumberwuluh, Yatimah, menegaskan bahwa seluruh petugas bekerja sesuai wilayah tugas masing-masing dengan mengutamakan kualitas dan akurasi data. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan tugas dengan baik,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Berdasarkan pemantauan hingga 19 Juli 2026, Sitinnurmaimuna mencatat capaian pencacahan tertinggi sebesar 94,07 persen, diikuti oleh Yuyun Agustini 79,52 persen, Nur Hadi 72,91 persen, Sri Astutik Ernawati 69,91 persen, Prapti Ayu Ningsari 62,53 persen, Ngatmini 55,69 persen, Ali Rido 53,09 persen, Maria Ulfa 51,01 persen, dan Elyaningsih 49,89 persen. Yatimah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak terkait dengan pendataan atau penentuan penerima bantuan sosial, melainkan untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi masyarakat secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Dengan waktu pelaksanaan yang masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026, PML dan seluruh PPL terus mengoptimalkan pencacahan agar seluruh target pendataan di Desa Sumberwuluh dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas data yang dihimpun. Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada dedikasi petugas di lapangan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap. Data yang akurat diharapkan menjadi fondasi penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran di tingkat daerah maupun nasional.
Petugas Pencacah Lapangan, Sitinnurmaimuna, mengungkapkan bahwa proses pendataan tidak hanya membutuhkan ketelitian, tetapi juga kesabaran dalam menemui responden. “Kami harus sabar dan teliti dalam setiap wawancara,” katanya. Selain menghadapi kondisi geografis dan mobilitas responden, petugas juga masih menemui masyarakat yang belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi. Sebagian warga mengira pendataan berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial sehingga petugas perlu memberikan penjelasan sebelum wawancara dilakukan.
Warga Dusun Sumberwuluh Tengah, Hanifah (39), mengaku baru memahami tujuan sensus setelah mendapat penjelasan dari petugas. “Setelah dijelaskan, saya jadi mengerti pentingnya sensus ini,” tuturnya.





















