Headline.co.id, Wakil Bupati Siak ~ Syamsurizal, menginstruksikan Penjabat (Pj) Penghulu Kampung Tumang, Ahmad Sultoni Siregar, untuk segera mempersiapkan seluruh tahapan Pemilihan Penghulu Antar Waktu (PAW). Langkah ini diperlukan untuk mengisi posisi penghulu definitif yang masih memiliki sisa masa jabatan sekitar tiga tahun. Instruksi tersebut disampaikan Syamsurizal setelah melantik Ahmad Sultoni Siregar sebagai Pj Penghulu Kampung Tumang dan anggota Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Kampung Suak Lanjut untuk masa jabatan 2026–2034 di Aula Kantor Kampung Suak Lanjut, Kecamatan Siak, pada Kamis (16/7/2026).
Syamsurizal menegaskan bahwa pengisian jabatan penghulu definitif tidak bisa menunggu hingga pelaksanaan Pemilihan Penghulu serentak pada tahun 2031. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jabatan tersebut harus diisi melalui mekanisme PAW karena sisa masa jabatan penghulu sebelumnya masih lebih dari satu tahun. “Pengisian jabatan penghulu definitif harus segera dilakukan melalui mekanisme PAW,” kata Syamsurizal.
Ia juga meminta agar Pj Penghulu Kampung Tumang segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Siak. Koordinasi ini penting untuk menyusun seluruh tahapan pelaksanaan PAW sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, Syamsurizal menekankan pentingnya transisi pemerintahan kampung yang tertib dan meminta agar proses serah terima jabatan segera dilaksanakan, disertai dengan inventarisasi program yang telah maupun yang belum terlaksana. “Proses transisi pemerintahan kampung harus dilakukan dengan tertib,” ujar Syamsurizal.
Kepada anggota Bapekam Kampung Suak Lanjut yang baru dilantik, Syamsurizal meminta agar segera membentuk kepengurusan melalui musyawarah internal. Hasil pembentukan tersebut nantinya dilaporkan kepada camat sebagai dasar penerbitan surat keputusan. Ia berharap Bapekam dapat menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi masyarakat secara objektif, serta menjadi mitra strategis pemerintah kampung dalam mendukung pembangunan.
Syamsurizal juga mengingatkan pemerintah kampung agar segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kampung. Selain itu, ia menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) serta mengelola keuangan kampung secara transparan dan akuntabel. “Pengelolaan keuangan kampung harus dilakukan secara transparan dan akuntabel,” kata Syamsurizal.

















