Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo tengah memantau 18 titik api yang terdeteksi di tiga kabupaten di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap titik-titik api ini, terutama mengingat prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi El Nino lemah hingga Agustus-September 2026.
Menurut Rusli, potensi kebakaran di Gorontalo lebih banyak terjadi di lahan, sehingga perlu kewaspadaan bersama. “Kami telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kebakaran hutan dan lahan yang akan disebarkan ke berbagai wilayah sebagai pedoman pencegahan dan penanganan,” ujarnya. Data titik panas tersebut diperoleh dari pantauan tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Gorontalo melalui situs https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id per 2 Juli 2026.
Koordinasi dengan Pihak Terkait
BPBD Provinsi Gorontalo telah berkoordinasi dengan Polda Gorontalo, TNI, serta relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan. Bentuk pencegahan yang dilakukan lain penyebaran flyer dan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. “Kami memastikan kesiapan armada, peralatan, dan personel dalam menghadapi dampak kekeringan, terutama terkait kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air,” tambah Rusli.
Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam melaporkan potensi kebakaran. Langkah ini penting untuk mencegah meluasnya kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang baik pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran lahan dapat diminimalisir.
Dengan langkah-langkah antisipatif ini, BPBD Provinsi Gorontalo berharap dapat mengurangi risiko kebakaran lahan yang dapat berdampak luas, baik dari segi lingkungan maupun sosial. Keberhasilan pencegahan ini sangat bergantung pada kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat setempat.















