Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Aceh pascabencana. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan konektivitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, dan memastikan mobilitas warga kembali lancar. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa seluruh ruas jalan nasional di Aceh sudah berfungsi kembali, sementara penanganan permanen pada jembatan yang masih bersifat sementara terus dipercepat.
Dody Hanggodo menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur agar konektivitas di Aceh dapat pulih sepenuhnya.” Saat ini, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU menangani 36 titik infrastruktur di koridor Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah Aceh. Penanganan ini mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan, penguatan lereng, dan perlindungan tebing sungai.
Proyek Infrastruktur di Tiga Koridor Utama
Di koridor Lintas Timur, pekerjaan dilakukan di 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan. Sementara itu, di Lintas Barat, fokus penanganan berada pada dua ruas jalan nasional dan Jembatan Krueng Beutong. Di Lintas Tengah Aceh, pekerjaan berlangsung di 16 lokasi, termasuk Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah. Selain memperbaiki jalan dan jembatan, Kementerian PU juga memperkuat lereng dan tebing sungai sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan di masa depan.
Kemajuan Signifikan Jembatan Lawe Mengkudu I
Salah satu proyek yang menunjukkan kemajuan signifikan adalah pembangunan kembali Jembatan Lawe Mengkudu I. Hingga 28 Juni 2026, progres konstruksi telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026. Jembatan ini dibangun dengan struktur yang lebih aman setelah jembatan lama terdampak bencana. Kehadirannya diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung distribusi barang serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, Kementerian PU menargetkan agar konektivitas antardaerah di Aceh dapat pulih secara berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mendapatkan akses transportasi yang lebih andal dan tangguh terhadap risiko bencana di masa depan.





















