Headline.co.id, Muhammad Fathan Khairul Muna R ~ seorang remaja berusia 17 tahun, berhasil mewujudkan impiannya untuk kuliah gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM). Perjuangan Fathan dimulai dari membantu ibunya, Rida Rahayu, berjualan di kantin SMA Negeri 8 Pekanbaru, tempat ia juga menimba ilmu. Sejak dini hari, Fathan mengantarkan ibunya ke kantin sebelum mengenakan seragam sekolah dan menjalani aktivitas sebagai siswa.
Setelah ayahnya meninggal, ibunya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan di kantin sekolah. Meski dalam keterbatasan ekonomi, pendidikan tetap menjadi prioritas utama bagi keluarga mereka. “Sejak SMA, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk masuk kuliah. Ibu saya selalu mendukung dalam hal apa pun,” ujar Fathan pada Rabu (1/7).
Fathan mempersiapkan diri untuk masuk ke UGM sejak awal SMA dengan menjaga konsistensi nilai akademik. Ia fokus pada mata pelajaran ekonomi untuk mendukung impiannya masuk ke Program Studi Akuntansi. Lingkungan sekolah yang mendukung juga mendorongnya mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Cerdas Cermat yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi Indonesia, di mana ia meraih Juara II tingkat Sumatera.
Perjuangan dan Dukungan Keluarga
Di balik kesuksesannya, Fathan mendapat dukungan penuh dari ibunya dan kakaknya. Ibunya selalu meyakinkannya bahwa tidak ada mimpi yang mustahil dicapai selama ia mau berusaha. Sementara itu, kakaknya memberikan dukungan moral dan finansial selama Fathan menjalani studinya.
Fathan juga sempat menerima Beasiswa 4698 dari para alumni sekolahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan selama masa pendidikan di SMA. Meski sempat mengalami kegagalan dalam beberapa kompetisi, Fathan tidak menyerah. “Setiap kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses yang diyakini sebagai cara Tuhan mempersiapkan kesempatan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Memulai Babak Baru di UGM
Kini, Fathan bersiap memulai babak baru sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Ia percaya bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih selama seseorang mau terus berusaha. “Kalau mimpi kita jauh, kita akan terus mencari cara untuk menuju ke sana. Tidak ada yang mustahil untuk dicapai karena yang memimpikannya adalah kita sendiri,” pungkasnya.
Perjuangan Fathan menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan tekad dan dukungan keluarga, Fathan membuktikan bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan.





















