Headline.co.id, Jakarta ~ Headline Media menghimpun data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait wilayah berpotensi hujan lebat selama tiga hari ke depan, yakni 28 hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan pembaruan peringatan dini cuaca yang dirilis BMKG pada 28 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, sejumlah provinsi diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. BMKG juga menerbitkan peringatan angin kencang di beberapa wilayah dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Data yang dihimpun Headline.co.id menunjukkan, status peringatan yang dikeluarkan BMKG terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Waspada, Siaga, dan Awas. Namun, selama periode 28-30 Juni 2026 tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas (Hujan Sangat Lebat-Ekstrem).
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi. Dalam keterangannya, BMKG menyampaikan, “Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem.”
Provinsi Berstatus Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Berdasarkan data BMKG, terdapat sejumlah provinsi yang masuk kategori Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat) selama tiga hari ke depan.
Pada 28 Juni 2026, status Siaga berlaku di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau.
Memasuki 29 Juni 2026, status tersebut hanya berlaku di Kalimantan Barat.
Sementara pada 30 Juni 2026, BMKG menetapkan Bengkulu, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat sebagai wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Selama periode tersebut, BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas.
Puluhan Provinsi Masuk Status Waspada
Selain wilayah berstatus Siaga, BMKG juga mencatat puluhan provinsi berada pada kategori Waspada (Hujan Sedang-Lebat).
Pada 28 Juni, status Waspada meliputi Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Pada 29 Juni, wilayah Waspada mencakup Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Sementara pada 30 Juni, status Waspada berlaku di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua.
Daftar Kabupaten dan Kota yang Perlu Meningkatkan Kewaspadaan
BMKG juga merinci sejumlah kabupaten dan kota yang diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada level Siaga.
28 Juni 2026
- Aceh: Gayo Lues.
- Sumatra Utara: Langkat dan Mandailing Natal.
- Sumatra Barat: Padang dan Pesisir Selatan.
- Riau: Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kuantan Singingi.
29 Juni 2026
- Kalimantan Barat: Sekadau.
30 Juni 2026
- Bengkulu: Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Seluma.
- Kalimantan Tengah: Murung Raya, Barito Utara, Kapuas bagian utara, Kotawaringin Timur bagian utara, dan Gunung Mas.
- Sulawesi Barat: Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Mamuju Tengah.
Peringatan Angin Kencang Juga Dikeluarkan BMKG
Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang di sejumlah wilayah.
Pada 28 Juni, angin kencang berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Pada 29 Juni, wilayah yang berpotensi terdampak bertambah dengan masuknya Sulawesi Selatan, sehingga meliputi Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Sedangkan pada 30 Juni, peringatan angin kencang berlaku di Aceh, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
BMKG menjelaskan bahwa potensi dampak pada level Waspada dapat berupa gangguan terhadap aktivitas masyarakat akibat fenomena hidrometeorologi. Pada level Siaga, dampaknya dapat berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur.






















