Headline.co.id, Belitung ~ Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung memberikan apresiasi kepada Polda Kepulauan Bangka Belitung atas keberhasilan mereka menggagalkan peredaran 40 kilogram sabu di Belitung. Operasi ini dinilai berhasil menyelamatkan ribuan masyarakat dari ancaman narkotika. Kepala BNNP Kepulauan Babel, Eko Kristianto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi “War on Drugs for Humanity” yang dicanangkan oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. Strategi ini melibatkan sinergi BNN, Polri, TNI, dan Bea Cukai dalam operasi terpadu untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Menurut Eko Kristianto, pengungkapan kasus ini juga berhasil menangkap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika tersebut. “Kami bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengungkap peredaran 40 kilogram sabu di Belitung dan menangkap sejumlah pelaku,” ujarnya.
Perubahan Pola Peredaran Narkotika
Eko Kristianto mengungkapkan bahwa pola peredaran narkotika di Bangka Belitung mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak dikendalikan oleh pelaku dari luar daerah, kini sejumlah bandar merupakan warga asli Bangka Belitung. Hal ini terungkap dari kasus peredaran narkotika di Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, yang melibatkan pelaku asal Bangka Belitung.
Komitmen Pemberantasan Narkotika
BNNP bersama Kepolisian, Kejaksaan, dan pengadilan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar permasalahan tanpa pandang bulu. “Kami akan terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar permasalahan tanpa pandang bulu,” tegas Eko Kristianto.
Hingga Juni 2026, terdapat 1.502 narapidana kasus narkotika di Kepulauan Bangka Belitung yang tersebar di berbagai lembaga pemasyarakatan kabupaten dan kota. “Jumlah ini menunjukkan betapa seriusnya permasalahan narkotika di wilayah kita,” pungkasnya.






















