Headline.co.id, Banda Aceh ~ Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin, mengadakan audiensi dengan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk membahas program reintegrasi akademik dan rencana pembangunan Museum Perdamaian Aceh. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Mini Rektor USK dan disambut oleh Rektor USK, Mirza Tabrani, pada Rabu (24/6/2026).
Jamaluddin menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melanjutkan kerja sama yang telah dirintis sebelumnya BRA dan USK. Fokus utama diskusi adalah program reintegrasi akademik bagi anak-anak korban konflik Aceh dan anak-anak mantan tahanan politik, serta pendirian Museum Perdamaian Aceh. “Pendidikan adalah instrumen penting dalam proses reintegrasi sosial,” ujar Jamaluddin, menekankan pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak terdampak konflik agar mereka memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.
Selain itu, BRA juga mengusulkan pendirian Museum Perdamaian Aceh sebagai ruang edukasi dan refleksi bersama mengenai perjalanan perdamaian di Aceh. Museum ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga perdamaian dan rekonsiliasi.
Rektor USK, Mirza Tabrani, menyambut baik inisiatif BRA dalam memperkuat proses reintegrasi pascakonflik di Aceh. Menurutnya, USK telah berkontribusi dalam berbagai program yang mendukung pembangunan perdamaian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh. Namun, terkait usulan reintegrasi akademik, Rektor menjelaskan bahwa implementasinya memerlukan koordinasi dan persetujuan dari pemerintah pusat karena mekanisme penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri diatur melalui jalur penerimaan nasional.
“Secara prinsip kami mendukung upaya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak korban konflik. Namun, pembukaan jalur penerimaan khusus bukan merupakan kewenangan universitas semata,” jelas Rektor. Ia menyarankan agar BRA menyampaikan surat usulan resmi kepada USK, yang kemudian akan diteruskan kepada kementerian terkait untuk mendapatkan pertimbangan lebih lanjut.
Pertemuan ini dihadiri pula oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Ramzi Adriman, serta Kepala Sekretariat BRA, Mahdi Effendi. Kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan memperkuat sinergi dalam mendukung program yang berkontribusi terhadap pembangunan perdamaian, peningkatan akses pendidikan, dan penguatan rekonsiliasi di Aceh.






















