Headline.co.id, Ambon ~ Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku resmi dibuka pada Senin (22/6/2026) di Gedung Islamic Center, Kota Ambon. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan sumber daya manusia Qurani di Maluku. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Pembukaan MTQ XXXI berlangsung meriah dengan kehadiran para kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Maluku. Gubernur Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam membangun peradaban yang dilandasi nilai kasih sayang, persaudaraan, keadilan, kejujuran, dan kedamaian. “MTQ merupakan majelis untuk menghidupkan firman Allah dalam hati, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dilantunkan, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Partisipasi Kabupaten Maluku Tenggara
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengirimkan 110 orang, terdiri dari 43 peserta dan 67 ofisial, untuk mengikuti MTQ XXXI. Kafilah ini dipimpin oleh Ketua Kafilah Raudah Bin Arif Hanoeboen dan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Maluku Tenggara, Rasyid. Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, bersama Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Stevanus Layanan, turut hadir memberikan dukungan langsung kepada peserta.
Bupati Muhammad Thaher Hanubun menekankan bahwa keikutsertaan kafilah Maluku Tenggara dalam MTQ XXXI adalah bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman dan berakhlak mulia. “MTQ tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat syiar Islam dan membangun karakter generasi muda,” katanya.
Harapan dan Tujuan MTQ XXXI
MTQ XXXI yang berlangsung dari 22 hingga 28 Juni 2026 diharapkan dapat memperkuat syiar Islam dan mempererat persaudaraan antardaerah. Selain itu, acara ini juga bertujuan melahirkan generasi Qurani yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan kemajuan bangsa. Dengan mengusung tema yang menekankan pada pengembangan intelektual, sosial, dan spiritual, MTQ XXXI diharapkan dapat mendukung terwujudnya Maluku yang maju, adil, dan sejahtera.
Gubernur Hendrik Lewerissa mengajak masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan dengan berlandaskan nilai-nilai agama, Pancasila, dan kearifan lokal. “Kita harus terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan dengan berlandaskan nilai-nilai agama dan kearifan lokal,” tutupnya.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)





















