BANDUNG – Lima mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi, Fakultas Informatika, Universitas Telkom menggelar seminar tatap muka bertema edukasi internet sehat dan etika digital bagi siswa kelas 8 SMP Telkom Bandung pada 26 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut merupakan bagian dari mata kuliah wajib Teknologi Informasi untuk Masyarakat (TIUM). Melalui pendekatan interaktif, para mahasiswa memberikan pemahaman mengenai penggunaan internet yang aman, etis, dan bertanggung jawab di tengah meningkatnya aktivitas digital remaja. Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap berbagai risiko di dunia maya, mulai dari hoaks hingga penyalahgunaan data pribadi.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan siswa SMP yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman mengenai etika berinternet dan keamanan digital.
SMP Telkom Bandung yang berlokasi di Jalan Radio Palasari Road, Sukapura, Kabupaten Bandung menjadi lokasi pelaksanaan seminar. Berdasarkan hasil pengamatan awal dan diskusi dengan pihak sekolah, para siswa kelas 8 diketahui sudah aktif menggunakan media sosial, namun masih memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait etika digital, kemampuan membedakan informasi benar dan palsu, serta pentingnya menjaga privasi di internet.
Edukasi Internet Sehat Dikemas Secara Interaktif
Seminar ini dipimpin oleh Zaidan Salam Rojab (NIM 103032400088) bersama empat anggota tim lainnya, yakni Muhammad Fiqri Habibi, Fitria Cahyani, Rayvan Alifarlo Mahesworo, dan Audrey Frediley Hanas.
Di bawah bimbingan dosen pembimbing Thofik Nugroho, S.T., M.Kom., kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi satu arah. Tim mahasiswa menghadirkan berbagai metode pembelajaran interaktif seperti diskusi kelompok, sesi tanya jawab, pembahasan studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, hingga kuis berhadiah.
Pendekatan tersebut diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik sekaligus mendorong partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung.
Materi yang disampaikan disusun ke dalam lima topik utama, yaitu pengenalan internet sehat dan aman, etika bermedia sosial, pencegahan cyberbullying, perlindungan data pribadi, serta cara mengenali dan menghindari hoaks.
Selama seminar berlangsung, para siswa terlihat aktif mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan kepada pemateri, serta berdiskusi bersama teman-teman mereka mengenai berbagai situasi yang sering ditemui di dunia digital.
Antusiasme Peserta Tercermin dari Hasil Survei
Tingginya minat peserta terhadap kegiatan ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan pada akhir acara.
Dari 25 responden yang mengikuti evaluasi, seminar memperoleh nilai rata-rata 4,02 dari skala 5 dan masuk dalam kategori Baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dinilai relevan dan bermanfaat bagi kebutuhan siswa dalam menghadapi aktivitas digital sehari-hari.
Selain itu, keinginan peserta agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada masa mendatang memperoleh skor tertinggi, yakni 4,24 atau masuk kategori Sangat Baik.
Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 80 persen peserta berharap seminar edukasi internet sehat dan literasi digital dapat terus dilanjutkan di sekolah mereka.
Apresiasi juga disampaikan peserta melalui kolom saran dengan berbagai komentar positif seperti “bagus”, “lebih mantap”, dan “mantap”.
Meski demikian, tim pelaksana turut mencatat sejumlah masukan untuk pengembangan program berikutnya. Beberapa di antaranya adalah penambahan unsur permainan atau gamifikasi, memperpanjang durasi sesi interaksi dan tanya jawab, serta meningkatkan teknik penyampaian materi agar lebih lugas dan percaya diri.
Mahasiswa Dorong Generasi Muda Jadi Pengguna Internet yang Bertanggung Jawab
Ketua tim pelaksana, Zaidan Salam Rojab, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin siswa-siswa SMP ini tidak hanya melek teknologi, tapi juga cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakannya. Internet itu alat yang luar biasa, tapi tanpa pemahaman yang benar, ia bisa menjadi ancaman. Dengan kegiatan ini, kami berharap generasi muda bisa menjadi pengguna internet yang kritis, aman, dan berdampak positif bagi lingkungannya,” ujar Zaidan Salam Rojab.
Menurutnya, pemahaman mengenai etika digital dan keamanan berinternet menjadi bekal penting bagi generasi muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Literasi Digital Jadi Kebutuhan Dasar di Era Informasi
Program TIUM yang dijalankan mahasiswa Universitas Telkom menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui berbagai platform digital, kemampuan memahami, menyaring, dan menggunakan informasi secara bijak menjadi kebutuhan yang semakin penting, khususnya bagi kalangan pelajar.
Melalui kegiatan edukasi internet sehat ini, Universitas Telkom menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui keterlibatan aktif mahasiswa di lapangan. Program tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata dalam membangun generasi muda yang lebih kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.























