Headline.co.id, Surabaya ~ Video Asusila Viral Unair yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak senonoh dua mahasiswa di lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Menyikapi kasus tersebut, pihak kampus telah membentuk Komisi Etik untuk melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang diduga terjadi di salah satu ruang kelas kampus pada pekan lalu. Proses pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fakta, kronologi kejadian, serta mekanisme perekaman hingga penyebaran video sebelum universitas mengambil keputusan lebih lanjut.
Kasus Video Asusila Viral Unair kini menjadi fokus investigasi internal kampus guna memastikan seluruh informasi yang beredar dapat diverifikasi secara objektif. Universitas Airlangga menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran etika akan diproses sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam penanganan Video Asusila Viral Unair, pihak kampus juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarluaskan kembali konten yang sedang dalam proses pemeriksaan. Unair menegaskan pentingnya menghormati proses investigasi serta menjaga privasi pihak-pihak yang terkait hingga hasil pendalaman resmi diumumkan.
Komisi Etik Unair Telusuri Fakta dan Kronologi Kejadian
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Universitas Airlangga, Pulung Siswantara, membenarkan bahwa pihak kampus telah menerima informasi mengenai video yang beredar dan saat ini sedang ditangani melalui Komisi Etik.
“Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar, dan saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Pulung Siswantara, Jumat (19/6/2026).
Menurut Pulung, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di salah satu ruang kelas di lingkungan kampus dan melibatkan sesama mahasiswa.
“Di ruang kelas salah satu gedung kita. Sesama mahasiswa, kejadiannya minggu kemarin,” ujarnya.
Komisi Etik kini bertugas mengumpulkan fakta dan keterangan yang diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada dugaan pelanggaran yang terjadi, tetapi juga mencakup proses perekaman hingga video tersebut dapat tersebar ke ruang publik.
“Kami melakukan pendalaman bagaimana sampai video itu muncul dan bagaimana sampai terjadinya perekaman tersebut,” kata Pulung.
Sanksi Menunggu Hasil Investigasi Internal
Pihak universitas menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan terkait sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Seluruh langkah lanjutan akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan Komisi Etik.
“Untuk sanksi juga masih menunggu hasil pendalaman tersebut,” ujarnya.
Pulung menjelaskan bahwa investigasi dilakukan secara hati-hati agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif. Kampus tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai dilakukan.
“Ini memastikan untuk dugaan pelanggaran dan hukuman yang diberikan,” terangnya.
Selain itu, Unair meminta masyarakat untuk memberikan ruang kepada tim pemeriksa agar dapat bekerja secara profesional dan independen.
“Kami menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi maupun menyebarluaskan konten terkait,” kata Pulung.
Kampus Tegaskan Komitmen Menjaga Nilai Moral dan Etika
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, Universitas Airlangga menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai moral, etika, dan tata perilaku di lingkungan akademik.
Pulung menyampaikan bahwa seluruh sivitas akademika memiliki kewajiban untuk mematuhi aturan dan norma yang berlaku di kampus. Setiap dugaan pelanggaran akan ditangani sesuai prosedur yang telah ditetapkan universitas.
“Kami berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai etika, moral, serta tata perilaku sivitas akademika sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di Universitas Airlangga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Unair memiliki visi “excellence with morality”, yang menempatkan keunggulan akademik dan nilai moral sebagai dua aspek yang harus berjalan beriringan dalam kehidupan kampus.
“Universitas Airlangga memiliki visi excellence with morality. Artinya, kami tidak hanya menekankan keunggulan dalam pendidikan, tetapi juga nilai moral dan etika yang harus dijaga ketika berada di lingkungan kampus,” tegasnya.
Identitas Terlibat Masih Diverifikasi
Sejumlah informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pihak yang diduga terlibat berasal dari fakultas berbeda di lingkungan Unair. Namun hingga kini, universitas belum mengungkap identitas pihak-pihak yang terkait karena proses verifikasi masih berlangsung.
Pihak kampus menegaskan seluruh tahapan penanganan dilakukan melalui mekanisme internal guna memastikan setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi terlebih dahulu sebelum menjadi dasar pengambilan keputusan resmi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan dugaan pelanggaran etika di lingkungan pendidikan tinggi. Hingga Jumat (19/6/2026), Komisi Etik Universitas Airlangga masih terus melakukan pendalaman terhadap fakta, kronologi, serta proses penyebaran video yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.






















