Headline.co.id, Jakarta ~ Forum Generasi Berencana (GenRe) Indonesia merayakan ulang tahunnya yang ke-16 dengan menegaskan komitmen untuk terus mendukung remaja dalam mempersiapkan masa depan. Pada usia yang dianggap sebagai fase penting ini, GenRe berfokus pada isu-isu krusial seperti pencegahan stunting dan fenomena fatherless, yaitu minimnya peran ayah di Indonesia.
Ketua Umum Forum GenRe Indonesia, I Putu Arya Aditya Utama, menyampaikan hal ini dalam peringatan Hari Lahir GenRe Indonesia ke-16 yang dihadiri oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, di Jakarta, Senin (15/6/2026). “Kami berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak bagi remaja,” ujar Arya.
Sejak didirikan pada tahun 2010, GenRe telah berkembang menjadi aktor, amplifikator, dan akselerator dalam pembangunan remaja. Kader GenRe aktif terlibat di sekolah, kampung, dan komunitas untuk memberikan edukasi mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, serta penggunaan media sosial untuk menyebarkan pesan positif secara konsisten.
Menghadapi target Indonesia Emas 2045, Arya menekankan pentingnya tiga modal utama bagi generasi muda, yaitu visi, aksi, dan frekuensi. Ketiga elemen ini dianggap sebagai kunci agar seluruh gerakan remaja di Indonesia dapat berjalan selaras.
Sebagai langkah konkret untuk menyatukan frekuensi tersebut, GenRe Indonesia akan menggelar Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Nasional (Adujaknas) 2026. Dengan tema “Adiwarna Nusantara”, acara konsolidasi nasional ini akan diadakan secara hybrid dan melibatkan perwakilan kader dari seluruh provinsi di Indonesia. “Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang gotong royong dan kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat gerakan GenRe di seluruh Indonesia,” pungkas Arya.



















