Lakukan Sidak, Satgas Pangan dan BBPOM Lampung Temukan Produk Tak Miliki Izin Edar

Tim Gabungan temuan beberapa produk makanan kaleng yang kemasanya rusak
Tim Gabungan temuan beberapa produk makanan kaleng yang kemasanya rusak.

Headline.co.id (Lampung) ~ Satgas Pangan Provinsi Lampung dan Kota Bandarlampung bersama Balai Besar POM (BBPOM) Bandarlampung, Dinas Kesehatan dan instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua titik swalayan dan satu pasar tradisional, Rabu (13/5/2020).

baca juga: Presiden Gelar Ratas Untuk Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok

Read More

Berdasarkan pantauan, dua titik swalayan tersebut yaitu Chandra Tanjungkarang dan Transmart Lampung. Sementara, untuk pasar tradisional yaitu Pasar Tugu.

Dalam sidak tersebut ditemukan adanya produk makanan yang tidak sesuai izin edar dan kondisi kemasan mengalami kerusakan.

Kepala BBPOM Bandarlampung, Susan Gracia Arpan menyampaikan bahwa pihaknya dalam menjaga pangan aman selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1441 H melakukan intensifikasi pengawasan pangan di sarana distribusi, ritel, kios dan pangan jajanan takjil mulai 27 April – 22 Mei 2020.

baca juga: Kapolda DIY Lantik Wakapolda Baru dan Pimpin Serah Terima Jabatan Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY

Sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 agen/grosir, 11 ritel/swalayan/mal, dan sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung.

“Hasil pengawasan ditemukan produk Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) 16 item atau 71 pcs yang terdiri dari pangan rusak 10 item, produk Tanpa Izin Edar (TIE) 5 item, dan kadaluarsa 1 item dengan nilai keekonomian Rp. 656.876,” bebernya.

“Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap 174 sampel jajanan takjil dan hasilnya Memenuhi Syarat (MS),” sambungnya.

baca juga: Update Virus Corona Sumsel 12 Mei, Bertambah Lagi Total 279 Kasus Covid-19, ini Persebarannya

baca juga: Setelah dilakukan Pencarian 6 Jam Korban Longsor Leuwisadeng Bogor Baru Ditemukan

Susan menjelaskan terkait dengan temuan produk yang tidak sesuai izin edar tersebut yaitu seharusnya didaftarkan dengan registrasi MD dari BBPOM.

“Namun yang kita temukan tadi izin edarnya masih Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Makanya, barang produk tadi kita retur dan juga sudah disampaikan kepada pihak manajemen,” paparnya.

baca juga: Ilmuwan di Arizona State University Sebut Mutasi Baru Virus Corona Semakin Melemah

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam membeli makanan yang aman menggunakan aplikasi Cek BPOM. “Dengan aplikasi tersebut bisa mengecek kebenaran izin edar. Selain itu cek kemasan, label, dan kedaluwarsa,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *