Headline.co.id, Di Era Digital Saat Ini ~ generasi muda memiliki peran strategis dalam upaya penyelamatan lingkungan. Peran mereka semakin signifikan dalam pengelolaan sampah, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Media sosial menjadi alat penting untuk mengangkat kembali isu-isu lingkungan.
Menurut Prof. Djati Mardiatno, peneliti dari Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, generasi muda berperan besar dalam menyadarkan masyarakat tentang perlindungan lingkungan melalui media sosial. “Dengan keaktifan dalam melakukan kampanye secara digital, mereka juga dapat mengadakan gerakan-gerakan secara langsung,” ujarnya pada Selasa (9/6).
Djati menambahkan bahwa generasi muda, sebagai penerus masa depan, memiliki peran strategis dalam penyelamatan lingkungan saat ini. Mereka berusaha melakukan yang terbaik untuk lingkungan di masa depan. “Mereka punya peran yang sangat penting karena dengan karakteristik yang dimiliki saat ini, mereka bisa melakukan kegiatan-kegiatan lingkungan dengan lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Namun, Djati juga menyebutkan bahwa peran generasi muda dipengaruhi oleh generasi sebelumnya. Mereka belajar dari pengalaman sebelumnya untuk mengatasi masalah saat ini. Kesadaran untuk meminimalkan dampak perubahan iklim tumbuh karena mereka merasakan langsung dampaknya. “Jangan sampai mengulangi kesalahan dari generasi-generasi sebelumnya,” tegasnya.
Generasi muda yang tumbuh di era digital tidak terlepas dari penggunaan media digital dalam aktivitas mereka. Djati menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Banyak konten di media digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan. “Banyak kegiatan-kegiatan yang viral di sosial media bisa digunakan untuk menyadarkan masyarakat dalam menghadapi masalah lingkungan yang ada,” katanya.
Djati menekankan bahwa gerakan lingkungan sudah ada sejak lama, namun pendekatannya berbeda. “Karena medianya beda, situasinya juga beda, tetapi masalah yang dihadapi semuanya sama sebetulnya. Jadi, berbeda dalam pendekatan dan cara pandang saja sebetulnya,” ungkapnya.
Untuk memastikan generasi muda terus berkontribusi terhadap isu lingkungan, Djati menekankan dua hal penting. Pertama, kampanye digital di media sosial yang dapat menyebarkan informasi dengan cepat dan efisien. Kedua, aksi nyata yang memberikan contoh langsung kepada masyarakat. Ia mencontohkan gerakan kecil di kampus, seperti lokalogi UGM, yang dapat berkembang menjadi gerakan besar untuk penyelamatan lingkungan. “Dimulai dari individu masing-masing, kemudian dibentuk kelompok kecil sehingga menjadi kelompok yang lebih besar. Tentunya harus terdapat sinergi gerakan melalui media sosial yang diiringi dengan aksi nyata,” pungkasnya.




















