Headline.co.id, Jakarta ~ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menganugerahkan medali Dag Hammarskjöld kepada dua personel penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur selama bertugas pada tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada Jumat (5/6/2026).
Dua anggota pasukan perdamaian Indonesia yang menerima penghargaan anumerta ini adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo. Kopda Eko Prambudi Santoso gugur saat bertugas dalam Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), sedangkan Bripka Sri Widodo gugur dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).
Menurut keterangan tertulis dari Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York yang diterima di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026), selain dua personel dari Indonesia, medali Dag Hammarskjöld tahun ini juga diberikan kepada 66 personel militer, polisi, dan warga sipil dari berbagai negara yang gugur dalam tugas. Dengan demikian, total penerima penghargaan anumerta pada periode ini mencapai 68 orang.
Indonesia saat ini menempati peringkat keenam sebagai negara kontributor terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Indonesia telah mengerahkan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 personel perempuan, yang tersebar di berbagai wilayah konflik global. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 50.000 personel dari 118 negara yang berpartisipasi dalam 11 misi perdamaian PBB.
Penghormatan bagi personel Indonesia lainnya yang gugur saat bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah pada awal tahun ini dijadwalkan akan dianugerahi medali Dag Hammarskjöld pada upacara tahun 2027. Penyerahan penghargaan tertinggi PBB ini dilaksanakan dalam rangkaian upacara resmi peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB. Medali untuk kedua prajurit Indonesia tersebut diterima langsung oleh Utusan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, didampingi oleh Penasihat Militer PTRI New York, Brigadir Jenderal Robertus Subono.






















