Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya memperkuat nilai kebangsaan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Langkah ini diambil untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial di wilayah Bumi Lancang Kuning. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Boby Rachmat, menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Karena menjaga persatuan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas sosial memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi dan rasa cinta tanah air,” ujar Boby di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Minggu (31/5/2026).
Boby menjelaskan bahwa Pemprov Riau terus melakukan edukasi dan sosialisasi bersama berbagai organisasi di bawah naungan Kesbangpol. Kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dianggap efektif untuk menjangkau generasi muda. “Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesbangpol terus melakukan edukasi dan sosialisasi bersama pihak-pihak yang berada di bawah naungan kami. Salah satunya seperti organisasi DPPI Riau,” jelasnya.
Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Riau, Josua Sihite, menilai bahwa kehidupan masyarakat di Riau telah menunjukkan contoh toleransi yang baik. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan yang menyatukan generasi muda. “Coba kita lihat, bisa dibilang Riau ini sangat toleran. Contoh terdekat seperti adik-adik peserta diklat Paskibraka, mereka berasal dari 12 kabupaten/kota dan tentu bermacam suku, tetapi sama-sama kompak. Malahan karena adanya perbedaan itu, mereka menyatu dan saling peduli,” ungkapnya.
Josua menjelaskan bahwa interaksi antarpeserta Paskibraka Riau dari 12 kabupaten/kota membuat para pelajar saling mengenal budaya satu sama lain. Keberagaman itu juga menjadi sarana bertukar wawasan tentang adat dan kebiasaan yang berbeda. “Bahkan mereka saling berbagi informasi tentang keunikan suku masing-masing dan bagaimana beradaptasi di Pekanbaru ini. Dari sana mereka menambah wawasan bahwa kita ini kaya akan budaya. Perbedaan itu yang merekatkan,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa DPPI Riau berkomitmen memberikan edukasi kebangsaan kepada generasi muda tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. Menurutnya, seluruh anak bangsa memiliki identitas yang sama sebagai warga Indonesia. “Kami terus berkomitmen mengedukasi adik-adik mulai dari calon Paskibraka hingga generasi muda apa pun latar belakangnya. Kita ini satu darah sebagai bangsa Indonesia, meskipun tidak lahir dari satu ibu atau ayah yang sama,” tegasnya.
Ke depan, DPPI Riau menyiapkan program sosialisasi ke sekolah-sekolah setelah peringatan bulan Agustus. Kegiatan tersebut akan menggandeng organisasi Paskibra di berbagai sekolah. “Rencana kami nanti setelah bulan Agustus, kami akan melakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih luas ke sekolah-sekolah melalui organisasi Paskibra di sana. Kami ingin membedah apa sih sebenarnya Pancasila itu dan apa nilai-nilainya,” tambahnya.
Josua menilai bahwa pemahaman Pancasila di lingkungan sekolah selama ini masih kerap sebatas hafalan untuk kepentingan akademik. Karena itu, DPPI Riau ingin menghadirkan metode edukasi yang lebih dekat dengan karakter generasi muda agar nilai Pancasila benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Walaupun di sekolah diajarkan, pelajaran itu hanya dianggap sekadar hafalan untuk ujian saja tapi kurang diterapkan. Nah, nanti kami di DPPI ingin masuk lebih mendalam dengan cara-cara yang sesuai dengan gaya Gen Z atau bahkan Gen Alpha supaya mereka bisa memahami Pancasila lewat cara yang sederhana namun melekat,” pungkasnya.




















