Headline.co.id, Langsa ~ Perwakilan BKKBN Aceh berupaya memperkuat Forum Generasi Berencana (GenRe) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R/M) di Kota Langsa dengan mengadakan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026) dan menargetkan remaja putus sekolah, anggota GenRe, PIK-R/M, pembina, serta koordinator Balai Penyuluh KB kecamatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, menekankan pentingnya penyampaian edukasi kesehatan reproduksi yang tepat, terbuka, dan sesuai perkembangan zaman. Hal ini bertujuan agar remaja dapat menghadapi tantangan di era digital. “Remaja hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan keterampilan hidup agar mampu mengambil keputusan yang sehat, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan dengan metode belajar sambil bermain menggunakan Alat Permainan Edukatif Kesehatan Reproduksi. Pendekatan interaktif ini dinilai efektif dalam memudahkan peserta memahami isu-isu penting, seperti Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), perbedaan gender dan jenis kelamin, pencegahan kehamilan tidak diinginkan, hingga stunting.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari penguatan Forum GenRe Kota Langsa dan pengaktifan kembali PIK-R/M di sekolah maupun masyarakat. Dengan langkah ini, BKKBN Aceh berharap dapat menciptakan ruang edukasi yang sehat, aman, dan ramah bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang benar dan terpercaya.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, program ini diharapkan dapat memperkuat perilaku positif remaja serta mendorong generasi muda untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait masa depan mereka. Peserta kegiatan mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari edukasi ini. Dio dari Forum GenRe Kota Langsa menyatakan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan membuat peserta lebih berani mencari informasi dari sumber terpercaya. “Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan membuat kami lebih berani mencari informasi yang benar dari sumber terpercaya,” katanya.
Aisyah dari PIK Masyarakat juga menilai bahwa edukasi kesehatan reproduksi perlu diperluas agar semakin banyak remaja memiliki ruang belajar yang aman dan positif.





















