91 Juta Data Pengguna Tokopedia Diperjual Belikan di Dark Web

  • Whatsapp
E-commerce raksasa Indonesia Tokopedia. (Dok. Tokopedia)
E-commerce raksasa Indonesia Tokopedia. (Dok. Tokopedia)

HeadLine.co.id (Jakarta) – E-commerce raksasa Indonesia Tokopedia tengah diterpas isu tidak sedap yakni peretasan data pribadi hingga bocornya data pribadi pengguna ke publik yang mencapai 15 juta.

Hal kebocoran ini diungkap pertama kali oleh akun @underthebreach. Akun tersebut menginformasikan jika data jutaan pengguna Tokopedia disebarkan dalam sebuah forum online. Kebocoran dan peretasan itu terjadi sekitar bulan Maret 2020. Data yang telah tersebar seperti email, nama, dan hash password para pengguna.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Lakukan Rapid Test, 17 Karyawan Linting Rokok Reaktif Corona

Bahkan data lain yang diretas yakni tanggal lahir, kode aktivasi email, kode reset password, detail lokasi, ID messenger, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga terakhir log-in.

Seperti diketahui, Twitter @underthebreach sendiri merupakan akun pertama yang meninformasikan peretasan dan kebocoran data para pengguna Tokopedia. Dalam keterangan profil akun Twitter tersebut, mereka adalah penyedia layanan pemantauan dan pencegahan kebocoran data asal Israel.

Baca juga: Pembunuh Sopir Taksi Online di Rawamangun Mengaku Terlilit Hutang Lahiran Istri

Menurut pengakuan si peretas ia mendapatkan data dengan jumlah yang lebih banyak dari yang disebutkan. @underthebreach juga memberi saran kepada para pengguna Tokpedia untuk mengganti password akun di Tokopedia agar lebih aman.

Sementara itu, kabar terbaru yang dibagikan oleh akun @underthebreach pada Minggu (3/5), setidaknya ada 91 juta data pengguna Tokopedia sudah dijual di situs dark web. Data tersebut dijual dengan harga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 73,4 juta.

Baca juga: Nekat! Sewa Truk Towing Demi Balik ke Kampung Halaman dan Mengelabui Petugas Pos Batas

Sebelumnya, pihak Tokpedia mengakui adanya upaya pencurian data penggunanya. Namun dalam keterangan resminya, tidak disebutkan berapa banyak akun yang terkena.

“Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia,” ujar VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak dilansir dari Kompas.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *