Headline.co.id, Jakarta ~ Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Titi Eko Rahayu, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melindungi perempuan dan anak dari ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat mengarah pada terorisme. Titi Eko Rahayu menyatakan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan terhadap ideologi kekerasan dan radikalisme, terutama melalui media informasi dan ruang digital yang semakin berkembang.
Kemen PPPA berupaya mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pembiayaan, termasuk melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung optimalisasi layanan perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat daerah. “Kemen PPPA turut mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pembiayaan, termasuk melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna mendukung optimalisasi layanan perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat daerah,” ujar Titi.
Menghadapi tantangan ini, Kemen PPPA telah menyiapkan langkah taktis melalui berbagai strategi pencegahan. Titi menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai toleransi, perdamaian, dan pengasuhan ramah anak untuk melindungi generasi muda dari paparan paham radikal sejak dini.





















