Headline.co.id, Kupang ~ 19 Mei 2026 – Kabiddokkes Polda NTT, AKBP dr. Hery Purwanto, M.Si.Med., Sp.B, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Disaster Victim Identification (DVI) dan Pelayanan Kesehatan Tertentu (Yankestu) untuk Tahun Anggaran 2026. Acara ini berlangsung di Aula Hotel Sylvia Kupang pada Senin, 18 Mei 2026. Sebanyak 87 peserta yang terdiri dari Kasidokkes, personel kesehatan, serta perwakilan poliklinik Polres jajaran Polda NTT turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan Polri, kesiapsiagaan kemanusiaan, serta meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan di lingkungan Polda NTT.
Dalam sambutannya, AKBP dr. Hery Purwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan narasumber yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan personel kesehatan Polri dalam mendukung tugas kemanusiaan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan korban bencana maupun kejadian luar biasa di wilayah Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi DVI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan personel dalam menghadapi potensi pengungkapan kasus maupun penanganan korban akibat bencana alam, kecelakaan, kebakaran, ledakan bom, dan berbagai peristiwa kemanusiaan lainnya. Sementara itu, sosialisasi Yankestu difokuskan pada peningkatan pemahaman personel, keluarga besar Polri, serta masyarakat terkait akses pelayanan kesehatan yang optimal, sekaligus edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
“Kami berharap seluruh personel kesehatan Polri di NTT mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, dan responsif kepada anggota maupun masyarakat,” tambahnya.
Ketua Panitia, KOMPOL Aris Saputro, S.H., M.H., M.Si., dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Rencana Kerja Satker Biddokkes Polda NTT Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Mei 2026, dengan menghadirkan berbagai narasumber dari instansi terkait guna memperkuat wawasan dan kapasitas peserta.
Narasumber yang hadir berasal dari PT Jasa Raharja Cabang NTT, BNPB Provinsi NTT, RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, BPJS Kesehatan, DPMPTSP Provinsi NTT, BKKBN Provinsi NTT, dan KAKP Provinsi NTT. Selain fokus pada peningkatan kapasitas personel, Kabiddokkes Polda NTT juga memaparkan perkembangan pelayanan kesehatan di lingkungan Polda NTT. Saat ini, Biddokkes Polda NTT memiliki 20 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau poliklinik yang tersebar di jajaran Polres dengan dukungan tenaga kesehatan organik maupun mitra.
AKBP dr. Hery Purwanto mengungkapkan bahwa sebanyak 18 FKTP di jajaran Polda NTT telah berhasil lulus survei akreditasi pada periode 2023–2024. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Polda NTT dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Di bidang pelayanan kesehatan, Biddokkes Polda NTT terus melaksanakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi anggota Polri, ASN Polri, serta keluarga melalui dukungan BPJS Kesehatan dan ASABRI.
Sementara dalam bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol), Biddokkes Polda NTT terus memperkuat kemampuan personel dalam penanganan forensik, identifikasi korban bencana (DVI), pemeriksaan kesehatan tahanan, deteksi dini narkoba, hingga pengamanan makanan VVIP. Menurut Kabiddokkes, kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari semangat transformasi Polri Presisi sekaligus bentuk kesiapan Polda NTT dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan humanis.
“Kami ingin seluruh jajaran kesehatan Polri memiliki visi yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik, baik dalam tugas operasional kepolisian maupun pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat,” tutup AKBP dr. Hery Purwanto.





















