Headline.co.id, Jakarta ~ Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, berupaya memperkuat posisi Banda Aceh di kancah internasional melalui kolaborasi dengan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG-ASPAC). Hal ini disampaikan Illiza dalam kunjungan dan agenda bersama UCLG-ASPAC yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Lantai 21 Gedung H, pada Kamis, 14 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Illiza menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membangun kota yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing global. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pelayanan dasar, tata kelola pemerintahan, dan kemitraan multipihak. “Banda Aceh memiliki visi sebagai Kota Kolaborasi. Kami ingin membangun kota yang nyaman bagi seluruh masyarakat dengan pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan responsif,” ujar Illiza.
Illiza menekankan bahwa status kekhususan Aceh menjadi modal penting dalam membangun identitas daerah yang tetap menjunjung nilai toleransi di tengah masyarakat multikultural. Ia juga menegaskan bahwa Banda Aceh terbuka terhadap berbagai kerja sama internasional dengan semangat “Peumulia Jamee Adat Geutanyo”.
Illiza juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh yang menjadi salah satu tertinggi di Indonesia pada tahun 2025 dengan nilai 89,55. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil fokus pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan infrastruktur publik. “Angka tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang terarah dan berkelanjutan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam forum internasional tersebut, Illiza berbagi pengalaman mengenai pentingnya jejaring global antar kota melalui UCLG-ASPAC. Menurutnya, forum ini membuka peluang untuk berbagi pengetahuan terkait kebijakan publik, inovasi digital, smart city, hingga pembangunan berkelanjutan. Sebagai mantan Chair for Woman Committee UCLG-ASPAC, Illiza menilai peran perempuan memiliki pengaruh besar dalam pembangunan kota serta penguatan politik lokal dan nasional.
Ke depan, Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan penguatan posisi sebagai kota tangguh bencana dunia melalui kolaborasi dengan sejumlah kota internasional di Jepang. Selain itu, Banda Aceh juga tengah mendorong pengembangan industri parfum berbahan nilam Aceh agar mampu bersaing di pasar global. “Kami ingin Banda Aceh dikenal dunia bukan hanya sebagai kota sejarah dan wisata religi, tetapi juga sebagai kota inovatif yang mampu membangun kolaborasi internasional demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Riz)


















