Headline.co.id, Sleman ~ Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) SAKA Seyegan di Sleman menegaskan komitmennya dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat yang terputus dari jalur formal. Melalui program pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C, lembaga ini berupaya memberikan solusi bagi anak putus sekolah dan pekerja dewasa untuk mendapatkan ijazah serta keterampilan hidup.
Sejak didirikan pada tahun 2020 di Jamblangan, Margomulyo, Sleman, PKBM SAKA yang berada di bawah naungan Yayasan Tri Saka telah menerapkan sistem pembelajaran fleksibel. Sistem ini mengombinasikan metode daring, tugas mandiri, dan pertemuan tatap muka setiap Jumat malam. Hal ini dirancang untuk mengakomodasi latar belakang peserta didik yang mayoritas adalah pekerja, seperti juru parkir, penjual cilok, dan ibu rumah tangga dari wilayah Sleman, Kulon Progo, hingga Magelang.
“PKBM SAKA berusaha memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan meski terhalang oleh berbagai keterbatasan,” ujar penggerak PKBM SAKA, Hermawan Triyono, Senin (4/5/2026).
Selain fokus pada aspek akademik, PKBM SAKA juga mengintegrasikan pendidikan karakter melalui semangat kepramukaan dan kegiatan edukatif lainnya. Kolaborasi rutin dilakukan dengan instansi terkait, seperti sosialisasi anti-narkoba bersama BNN dan edukasi kesehatan dengan Puskesmas Seyegan, untuk membentuk warga belajar yang tangguh secara sosial.
Pertumbuhan lembaga ini cukup signifikan. Berawal dari merespons data 41 anak putus sekolah dengan hanya 8 peserta didik di tahun pertama, kini PKBM SAKA menampung 85 warga belajar yang didampingi oleh 12 tutor. Sejak tahun 2024, operasional lembaga ini juga didukung oleh dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) serta berbagai program CSR dari mitra strategis seperti PDAM dan BRI.
Meski menghadapi tantangan terkait ketiadaan gedung pembelajaran mandiri yang representatif, pengelola PKBM SAKA terus berupaya mengembangkan layanan. Ke depan, PKBM SAKA berencana memperluas jangkauan dengan membuka program Kejar Paket A untuk memastikan pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” kata Hermawan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)























