Headline.co.id, Surabaya ~ Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur telah merumuskan tujuh program prioritas setelah menyelenggarakan Musyawarah Kerja di Gedung BK3S pada Selasa (5/5/2026). Program-program ini mencakup pelatihan logistik, peningkatan layanan ambulans, penguatan kehumasan, pelatihan dasar Korps Sukarela (KSR), asesmen, dapur umum, serta manajemen tanggap darurat. Semua program tersebut dirancang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing PMI di tingkat kabupaten/kota.
Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, menekankan pentingnya musyawarah kerja untuk menghasilkan langkah konkret yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Musyawarah ini harus menghasilkan program yang tidak berhenti pada dokumen semata, tetapi benar-benar dijalankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
Dalam forum tersebut, PMI Jawa Timur juga mengumpulkan berbagai masukan, termasuk kebutuhan standardisasi pelaporan keuangan, penambahan biaya operasional Pos Pertolongan Pertama (P3K), peningkatan jumlah fasilitator KSR dan PMR, penguatan sistem e-logistik, serta pengembangan Unit Donor Darah (UDD). Selain itu, PMI Jawa Timur menyoroti pentingnya pengakuan sertifikat KSR dan PMR oleh dunia pendidikan. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur telah terjalin, namun implementasi di tingkat daerah dinilai masih perlu diperkuat.
Imam menegaskan bahwa sertifikat relawan harus diberikan melalui proses yang benar dan tidak sekadar formalitas administratif. “Jangan sampai sertifikat dimiliki tanpa pernah mengikuti prosesnya,” tegasnya. Di bidang layanan darah, PMI Jawa Timur mencatat bahwa seluruh Unit Donor Darah telah mengantongi sertifikat paripurna. Sejumlah daerah juga tengah meningkatkan standar menuju sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Lumajang telah memperoleh sertifikasi CPOB. Sementara Gresik, Bojonegoro, Tulungagung, dan Jember masih dalam tahap persiapan. Menurut Imam Utomo, PMI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam penanganan persoalan kemanusiaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan darah hingga penanganan bencana. Oleh karena itu, seluruh jajaran PMI diminta untuk menjaga profesionalitas dan memperkuat semangat kerelawanan dalam menjalankan program kemanusiaan di daerah masing-masing.





















