Headline.co.id, Bekasi ~ RS Bhayangkara Polri Kramat Jati telah merilis hasil pemeriksaan terhadap 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh korban mengalami lebih dari satu cedera tubuh yang menyebabkan kematian. Brigjen Pol. Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Kepala Biro Dokter Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, menjelaskan bahwa cedera yang dialami korban termasuk dalam kategori multiple trauma, dengan cedera dominan di kepala dan dada.
Identifikasi korban dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari dan data sekunder seperti medis dan properti. Berikut adalah daftar korban yang telah teridentifikasi:
1. Tutik Anitasari, perempuan, 31 tahun, dari Cikarang Barat Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/001.
2. Harum Anjasari, perempuan, 27 tahun, dari Cipayung Jakarta Timur, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/002.
3. Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, 19 tahun, dari Pasar Jambi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/003.
4. Farida Utami, 50 tahun, dari Cibitung Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/004.
5. Vica Acnia Pratiwi, perempuan, 23 tahun, dari Cikarang Barat, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/005.
6. Ida Nuraida, perempuan, 48 tahun, dari Cibitung Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/006.
7. Gita Septia Wardany, 20 tahun, dari Cibitung, Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/007.
8. Fatmawati Rahmayani, perempuan, 29 tahun, dari Bekasi Selatan, Kota Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/008.
9. Arinjani Novita Sari, perempuan, 25 tahun, dari Tambun Selatan Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/009.
10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna, perempuan, 32 tahun, dari Tambun Selatan Bekasi, teridentifikasi melalui kantong jenazah nomor DVI I/B.TIM/010.
Brigjen Pol. Nyoman Eddy Purnama Wirawan menegaskan bahwa proses identifikasi ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan keakuratan data korban.






















