Headline.co.id, Jakarta ~ Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) mempererat hubungan strategis dengan pemerintah untuk menghadapi tantangan industri air mineral di masa depan, di tengah situasi global yang semakin kompleks. Kolaborasi ini juga mencakup peran industri dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa industri makanan dan minuman, khususnya air minum dalam kemasan (AMDK), merupakan sektor yang mengutamakan keberlanjutan. AMDATARA menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan industri hijau.
“Industri AMDK terus mengintegrasikan praktik berkelanjutan yang berdampak positif pada lingkungan, seiring dengan dorongan pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” tegas Karyanto Wibowo saat acara halal bi halal dengan pemerintah di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
AMDATARA menilai bahwa kolaborasi erat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan adalah kunci agar industri tetap tumbuh adaptif, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia. AMDATARA juga memperkuat komunikasi dengan DPR, khususnya Komisi VII, untuk merespons kritik publik terhadap industri AMDK yang sering dipersepsikan sebagai industri ekstraktif. Karyanto berharap komunikasi ini akan memperbaiki persepsi negatif publik terhadap industri AMDK.
“Kami ingin terus menjadi bagian dari ekosistem industri yang terus berkembang,” kata Karyanto. Dia menegaskan bahwa industri makanan dan minuman harus tetap menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi AMDATARA dan seluruh industri AMDK yang telah berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenperin mencatat bahwa industri AMDK telah menyerap lebih dari 46 ribu tenaga kerja langsung dengan nilai investasi mencapai Rp27,8 triliun.
“Industri AMDK telah menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria, atau yang biasa dipanggil Merri.
Merri menyinggung kunjungan kerja Panja AMDK Komisi VII DPR ke beberapa pabrik air mineral. Dia menilai kunjungan tersebut berjalan dengan baik berkat dukungan semua industri AMDK. Menurutnya, Panja Komisi VII DPR RI sangat memperhatikan sejauh mana komitmen industri dalam menerapkan prinsip keberlanjutan terhadap masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, dia meminta agar setiap pelaku usaha mendokumentasikan kegiatan mereka untuk membuktikan bahwa industri telah memberikan manfaat kepada publik dan lingkungan.
“Dokumentasi ini penting untuk menepis anggapan bahwa keberadaan industri di suatu daerah hanya untuk mencari keuntungan semata,” katanya. “Padahal, industri sebenarnya sudah memberikan manfaat ke masyarakat namun tidak terpublikasi dengan maksimal.”
Baru-baru ini, Panja AMDK Komisi VII melakukan kunjungan ke beberapa pabrik AMDK di Klaten dan Kabupaten Bekasi. Ketua Panja mengapresiasi praktik keberlanjutan yang telah diterapkan di Klaten dan berharap hal ini juga dilakukan oleh semua perusahaan.























