Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya memperluas lapangan kerja berbasis ekonomi digital melalui program Millennium Job Center (MJC) yang berfokus pada bidang konten kreator. Program ini bertujuan untuk memperkuat peluang kerja nonformal, terutama bagi generasi muda yang tertarik berkarier sebagai pekerja lepas (freelancer). Pelatihan intensif selama tiga hari diadakan di Sidoarjo dan diikuti oleh 50 talenta muda dari lima wilayah Bakorwil, yaitu Malang, Madiun, Bojonegoro, Jember, dan Pamekasan.
Para peserta pelatihan dibekali dengan keterampilan produksi konten digital, pemanfaatan platform freelance, serta penguatan soft skill sebagai persiapan memasuki pasar kerja digital. Program ini juga mengusung pendekatan inklusif dengan melibatkan enam peserta penyandang disabilitas yang berbaur bersama peserta lainnya, sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses kerja yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Sigit Priyanto, dalam keterangan tertulis pada Rabu (15/4/2028) menyatakan bahwa pergeseran pola kerja menuju gig economy harus dimanfaatkan sebagai peluang baru. “Tren kebutuhan tenaga kerja saat ini bergerak ke arah digital. Industri membutuhkan talenta kreatif yang adaptif, sehingga peluang di sektor ini harus bisa ditangkap oleh generasi muda,” ujarnya.
Menurut Sigit, penguatan keterampilan digital menjadi kunci untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, terutama di tengah perubahan struktur pasar kerja yang semakin dinamis. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur per Februari 2026 berada di angka 3,71 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan keterampilan serta ketidaksesuaian kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.
Melalui MJC, pemerintah berupaya menggeser paradigma kerja dari sektor formal ke sektor informal berbasis digital. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk mengerjakan proyek nyata dari klien, sehingga memiliki pengalaman kerja sekaligus sumber penghasilan. Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, mengatakan program ini dirancang untuk membangun ekosistem kerja yang terintegrasi. “MJC tidak hanya pelatihan, tetapi membangun jejaring talenta, mentor, dan klien. Harapannya, peserta bisa langsung terhubung dengan peluang kerja dan berkembang menjadi freelancer profesional,” jelasnya.
Purwanti menambahkan, program ini juga bertujuan mengubah pola pikir masyarakat bahwa peluang kerja tidak hanya terbatas pada sektor formal. “Generasi muda perlu didorong untuk melihat peluang di sektor digital, mengembangkan keterampilan, dan memanfaatkan platform yang ada untuk bekerja secara mandiri,” katanya.
Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan pendampingan dari berbagai narasumber, termasuk tenaga ahli MJC dan mitra dari Yayasan Plan International Indonesia. Materi yang diberikan mencakup pengembangan konten, penguatan soft skill, hingga strategi mengakses pasar kerja digital. Kegiatan ini dibiayai melalui anggaran Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dalam program penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat mencetak talenta digital yang adaptif, kreatif, dan kompetitif, sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi generasi muda di era ekonomi digital.




















