Headline.co.id, Sleman ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman secara resmi meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk tahun 2026. Program ini dilaksanakan di tiga kalurahan di wilayah Kapanewon/Kecamatan Tempel pada Selasa, 14 April 2026. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat kedaulatan data di tingkat desa guna memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran program pembangunan daerah.
Tiga kalurahan yang menjadi fokus program tahun ini adalah Kalurahan Margorejo, Pondokrejo, dan Sumberrejo. Acara peresmian berlangsung di Kantor Kalurahan Margorejo dan ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan piagam, serta penyematan selempang kepada para agen statistik yang akan bertugas di masing-masing wilayah tersebut.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa di era modern ini, kebijakan pembangunan harus berbasis data yang akurat dan diperbarui secara berkala, bukan hanya berdasarkan asumsi. “Kebijakan pembangunan harus berbasis data yang akurat dan diperbarui secara berkala,” tutur Danang.
Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, menjelaskan bahwa program Desa Cantik dirancang untuk meningkatkan literasi dan kesadaran perangkat desa serta masyarakat mengenai pentingnya statistik. Menurut Widhi, standarisasi pengelolaan data sangat penting agar kualitas indikator statistik di tingkat desa dapat terjaga dan diperbandingkan untuk kebutuhan kebijakan yang lebih luas. “Standarisasi pengelolaan data sangat krusial,” ujar Widhi saat memberikan paparan sosialisasi.
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah diimplementasikan sejak tahun 2022 di beberapa wilayah lain, seperti Kapanewon/Kecamatan Gamping, Seyegan, dan Cangkringan. (Humas Sleman)






















