Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menekankan pentingnya persatuan di seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memajukan prestasi atlet nasional. Hal ini disampaikan Erick Thohir dalam perayaan ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Erick menegaskan bahwa keberhasilan olahraga nasional sangat bergantung pada soliditas antarlembaga dan organisasi olahraga. “Kalau kita mau olahraga kita maju, ya kita tak boleh cari perbedaan,” ujar Erick.
Menpora Erick menjelaskan bahwa setiap pihak dalam ekosistem olahraga memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Namun, jika koordinasi tidak berjalan baik atau terjadi perpecahan, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh para atlet. “Semua ada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Nanti kalau terpecah, yang menjadi korbannya atlet dan masyarakat,” kata Erick.
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus menjajaki berbagai kerja sama internasional guna memperkuat sistem olahraga nasional. Salah satu kerja sama yang tengah dieksplorasi adalah dengan Malaysia, khususnya terkait program dana pensiun bagi atlet. Selain itu, Indonesia juga menjalin kolaborasi dengan Prancis dalam pengembangan sektor kepemudaan dan olahraga. “Kerja sama ini penting untuk memperkuat ekosistem olahraga sekaligus memberikan perlindungan bagi atlet setelah masa kariernya,” ujarnya.
Menpora Erick juga menyoroti pentingnya penyusunan agenda olahraga nasional yang jelas dan terstruktur, terutama dalam menghadapi berbagai ajang olahraga internasional. Beberapa agenda besar yang harus diselaraskan lain: Pekan Olahraga Nasional, SEA Games, Asian Games, dan Olympic Games. Dengan perencanaan yang terintegrasi, menurut Erick Thohir, pembinaan atlet dapat berjalan lebih efektif dan terarah. “Kita harus menyusun agenda yang jelas supaya semua bisa berjalan dengan selaras,” ujarnya.
Untuk itu, Menpora berharap, koordinasi yang kuat pemerintah, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menciptakan ekosistem olahraga yang solid. Dengan demikian, olahraga Indonesia tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional di panggung dunia. “Olahraga kita harus menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan. Hal itu bisa berjalan jika kita kompak,” pungkas Erick Thohir.



















