Cegah Corona, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Berlakukan Physical Distancing di Prameks

  • Whatsapp
Kebijakan Physical Distancing sudah di berlakuka di KA Prameks oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta. (Foto: Headline.co.id)
Kebijakan Physical Distancing sudah di berlakuka di KA Prameks oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta. (Foto: Headline.co.id)

HeadLine.co.id, (Yogyakarta) – Dalam rangka mencegah penularan virus Corona (Covid-19), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta membatasi jumlah penumpang kereta api (KA) lokal Prambanan Ekspres (Prameks).

KA Prameks yang merupakan relasi Solo-Jogja pulang pergi (PP) ini biasanya mengangkut hingga 150% dari kapasitas kereta.

Read More

Baca juga: Simpang Siur Penerapan PSBB di DKI Jakarta, Cek Informasi Lengkapnya Disini!

Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto menjelaskan bahwa PT KAI membatasi jumlah penumpang KA lokal termasuk Prameks dari kapasitas biasanya 150% menjadi 50%. Kebijakan Physical Distancing ini diambil guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Sejak adanya Covid-19 ini, okupansi KA juga menurun drastis hanya dibawah 20%, jumlah penumpang prameks dibatasi hanya maksimal 50% saja. Jadi sangat leluasa, jarak tempat duduk antar penumpang jauh.” ujarnya saat dihubungi tim Headline.co.id, Selasa, (07/04/2020).

Baca juga: Pacitan Diguncang Gempa, BPBD Ingatkan Masyarakat untuk Waspada

Eko menyatakan kapasitas penuh 150% tersebut terdiri dari 100% penumpang duduk dan 50% penumpang berdiri. Akan tetapi, dengan diberlakukannya Physical Distancing ini maka para penumpang KA Prameks tidak perlu berdesakan di dalam kereta.

Artinya tidak ada penumpang yang berdiri selama peraturan ini berlangsung. Sedangkan pembatasan kapasitas maksimal KA Prameks secara otomatis disesuaikan dengan jumlah tiket yang dapat dipesan. Baik secara online melalui aplikasi KAI Access maupun langsung atau go show di stasiun keberangkatan.

Baca juga: Berkaca dari Tiongkok, Masyarakat Indonesia Harus Tunda Mudik Tahun Ini

Ia juga menambahkan, sebelum mewabahnya virus Corona penumpang KA Prameks di Daop 6 bisa mencapai jumlah 30.000 orang per hari. Namun, jumlah itu menurun drastis di angka 3.000 penumpang per hari sejak wabah menyerang.

“Padahal sebelum wabah corona kami sampai nolak-nolak penumpang dan kapasitas angkutnya sampai 150%.” tuturnya.

Baca juga: Termakan Hoaks Konspirasi, Warga Inggris Bakar Tiga Tower Jaringan 5G

“Seluruh penumpang KA wajib harus menggunakan masker untuk kesehatan kita bersama.” imbuhnya.

Selain itu, PT KAI Daop 6 Yogyakarta tetap mengoperasikan KA Prameks sesuai jadwal dan harga tiketnya tetap Rp 8.000. Berbeda halnya dengan KA jarak jauh yang sebagian besar dihentikan operasionalnya dikarenakan turunnya okupansi KA efek wabah Corona.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *