Kota Dumai, Riau Diselimuti Asap Tipis Akibat Karhutla

  • Whatsapp
Kebakaran Hutan Lahan di Dumai, Riau kembali terjadi. (Ilustrasi)
Kebakaran Hutan Lahan di Dumai, Riau kembali terjadi. (Ilustrasi)

HeadLine.co.id, (Dumai) – Kota Dumai, Riau pagi ini Rabu (11/03) diselimuti asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut dibenarkan oleh Ismail Hasibuan selaku Kepala Manggala Agni Daerah Operasi (Daops).

“Ya memang terlihat asap, tapi tipis tadi pagi itu pun bercampur embun. Sekarang sudah nggak nampak lagi,” ucapnya.

Read More

Baca Juga: Aplikasi Siskopatuh Kementerian Agama Ditutup Sementara

Ia melanjutkan asap tersebut terlihat tipis dan sudah menghilang sekitar pukul 09.00 WIB. Satgas Karhutla juga sudah melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.

“Di lokasi kebakaran itu apinya sudah padam, hanya tinggal pendinginan sana karena masih keluar asap di lahan gambut tersebut. Hanya tinggal tersisa di Sungai Sembilan saja, selebihnya sudah clear,” tambahnya.

Pihak BMKG Pekanbaru juga menjelaskan bahwa di Dumai memang terpantau adanya titik panas. Pada pukul 07.00 WIB pagi tadi, BMKG merilis jarak pandang di Dumai 2 km dengan status disebutkan karena asap.

“Untuk di Dumainya sendiri memang ada terpantau titik panas. Namun saat ini belum bisa mendeteksi sumber asapnya secara pasti, karena citra sebaran asapnya belum update,” ucap adanya selaku Staf Analisis BMKG Pekanbaru.

Salah satu warga Dumai yakni Ihsan mengatakan bahwa bau asap dari karhutla cukup menyengat.

Baca Juga: Raja Belanda Hantarkan Keris Pangeran Diponegoro ke Indonesia, Menlu: Itu Asli!

“Pagi ini kita mulai merasakan bau asap kebakaran lahan yang menyengat. Asap tipis sejak tadi pagi mulai menyelimuti kota Dumai,” kata Ihsan.

Ia khawatir jika kondisi karhutla masih terus terjadi akan mengulang seperti tahun sebelumnya. Ia pun berharap supaya petugas dapat segera menangani karhutla di Dumai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *