WNA Asal Gambia Diciduk Polisi, Ngaku Miliki Harta Rampasan Perang Syiria

  • Whatsapp
Tersangka penipuan online yang ditangkap polisi mengaku sudah berulang kali melakukan aksi yang sama.
Tersangka penipuan online yang ditangkap polisi mengaku sudah berulang kali melakukan aksi yang sama. (Foto: Istimewa)

HeadLine.co.id, (Yogyakarta) – Tim Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda DIY yang dipimpin oleh Ipda Robertus Wuryan K, SH telah berhasil mengamankan satu orang pelaku warga negara asing (WNA) atas dugaan penipuan online pada hari Kamis, (05/03).

Para pelaku ditangkap di dalam sebuah rumah kontrakan di Cluster Malibu Village Jl. Inland no. 7 RT.03 RW.04 Desa Cijantra, Pagedangan, Tangerang Selatan.

Read More

Baca Juga:Teror KKB di Timika, Warga Tembagapura Minta Perlindungan Polri

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan seorang warga bernama Ali Imron Rambe ke Polda DIY yang merasa tertipu oleh salah satu WNA yang berinisial MA berkawarganegaraan Gambia. Ia merupakan kenalan Ali Imron lewat jejaring media sosial Tinder.

Adapun kronologi kasus penipuan ini berawal saat korban yang bernama Ali Imron Rambe akan menebus harta rampasan perang dari Syiria yang tertahan di kedutaan. Para pelaku mengaku sebagai orang Syiria, kemudian bermaksud pergi ke Indonesia dengan membawa harta rampasan perang Syiria karena bapaknya seorang Jenderal di negara tersebut.

“Tersangka minta kepada korban untuk menebus harta rampasan perang Syiria yg tertahan di bagian diplomatik Bandara Soekarno-Hatta Jakarta” ungkap Robertus

Adapun uang tebusan harta rampasan perang yang harus dikirimkan korban berjumlah Rp 100.300.000. Dengan rincian biaya administrasi sebesar Rp 13.500.000 dan untuk biaya pajak Rp 86.800.000.

Korban diiming-imingi bahwa uang kekayaan rampasan yang tertahan di kedutaan tersebut akan diberikan kepada korban jika sudah berhasil menebusnya. “Korban menyanggupi dan mengirimkan uang kepada pelaku melalui petugas diplomatik palsu yg tak lain adalah juga diperankan oleh pelaku sendiri.” imbuhnya

Baca Juga: Terinspirasi Film, Seorang Siswi SMP Tega Bunuh Bocah 5 Tahun

Hasil pemeriksaan kepolisian, pelaku telah melakukan aksi yang sama dengan korban di wilayah lain diantaranya Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku Utara, Jawa Timur, dan Bali.

Dalam proses penangkapan pelaku tersebut turut diamankan seorang laki-laki WNA yg berada di dalam kamar dgn berinisial UOE berkebangsaan Nigeria. Tetapi menurut informasi sementara, laki-laki Nigeria ini dua hari sebelumnya kabur dari penggerebekan yg dilakukan pihak Kantor Imigrasi Jakarta. Saat ini sudah dilakukan koordinasi kewilayahan dengan Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk tindakan selanjutnya.

Atas dugaan penipuan online ini, para pelaku akan dijerat tindak pidana penipuan dalam Pasal 45A ayat (1) UU No. 19 th 2016 jo Pasal 28 ayat (1) tentang perubahan atas UU No. 11 th 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *