Perdana Menteri Malaysia Mengundurkan Diri

  • Whatsapp

HeadLine.co.id, (Internasional) – Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada Senin (24/02).

Pengunduran diri tersebut juga telah dikonfirmasi oleh kantor PM Malaysia, hal ini tertulis dalam akun Twitter resmi Mahathir.

Bacaan Lainnya

“Tun Dr Mahathir bin Mohamad telah menghantar surat peletakan jawatan sebagai Perdana Menteri Malaysia hari ini. Surat tersebut telah dihantar kepada YDP Agong pada jam 1 tengah hari,” demikian unggahan di akun Twitter Mahathir.

Baca Juga: Indonesia Masuk Dalam Daftar Negara Maju Perdagangan Internasional

Pengunduran diri Mahathir muncul setelah beredar spekulasi bahwa pemerintahan baru akan menggantikan koalisi Pakatan Harapan. Spekulasi tersebut muncul pada minggu (23/02) lalu.

Selain itu, Mahathir telah berulang kali mengatakan bahwa dirinya akan mundur setelah Malaysia menjadi tuan rumah KTT APEC pada November tahun ini. Sebelum pemilihan umum Malaysia ke-14, Pakatan telah setuju bahwa Mahathir akan menjadi PM selama dua tahun sebelum kemudian menyerahkan jabatan tersebut kepada Presiden PKR, Anwar Ibrahim.

Para pendukung Anwar juga mendesak supaya perjanjian tersebut ditepati. Mahathir pun telah berulang kali menegaskan bahwa dirinya akan menyerahkan jabatannya ke Anwar setelah KTT APEC.

Baca Juga: Polda DIY Berikan Pendampingan Psikologis Kepada Korban Susur Sungai Sempor

Pada Kamis (20/2) lalu, kelompok veteran PKR, Otai Reformist 1998 mengatakan bahwa mereka ingin Anwar menjadi PM Malaysia pada Mei mendatang. Menanggapi hal itu, Anwar menjelaskan bahwa tidak perlu ada tekanan padanya atau Mahathir terkait isu pergantian kepemimpinan.

“Posisi kami jelas. Kami tak ada keraguan. Komitmen kami adalah melihat Dr Mahathir sebagai PM untuk melakukan tugas-tugasnya dengan dukungan penuh,” ujar Anwar.

Anwar juga mengatakan bahwa Mahathir sendiri yang akan memutuskan kapan waktu yang tepat. Ia menyarankan supaya Mahathir diberi kesempatan untuk memimpin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *