oleh

Polisi Tunda Pengembangan Kasus Kawin Kontrak di Bogor Karena Bencana

Headline.co.id (Bogor) ~ Kasus yang sempat heboh di penghujung tahun 2019 tentang kawin kontrak di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat tengah ditangani pihak kepolisian. Namun saat ini Pengembangan kasus kawin kontrak tertunda karena terjadinya sejumlah bencana di wilayah tersebut.

baca juga: Asik Berenang, Seorang Remaja Tewas Dihantam Ombak

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin(17/2), menyampaikan pihaknya tengah disibukan oleh penanganan bencana pada satu bulan terakhir, sehingga belum bisa focus melakukan pengembangan perkara kawin kontrak yang telah diungkap akhir desember 2019 lalu.

“Selama satu bulan itu kami fokus bagaimana melakukan operasi kemanusiaan, yaitu mengevakuasi korban, memberikan kebutuhan sehari-hari, termasuk juga melakukan upaya pembukaan jalan, ujarnya di di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Walaupun begitu, Polres Bogor siap mendukung keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menghilangkan kesan buruk kawin kontrak dari objek wisata Puncak Cisarua.

Menurutnya, pada prinsipnya polres siap mendukung penertiban. Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap melakukan upaya penyelidikan apakah masih ada kegiatan prostitusi berlabel kawin kontrak atau tamasya halal.

baca juga: Trauma Motor Dibegal di Oku Timur, Pemerintah Setempat dan Kepolisian Diminta Lebih Sigap

Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan penanganan perkara kawin kontrak ditunda karena terjadinya sejumlah bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor.

Ade menambahkan, ketika terjadi bencana, pihaknya tidak mungkin meninggalkan hal yang penting, karena semua petugasnya diarahkan ke sana (lokasi bencana). sehingga penanganan perkara kawin kontrak ditunda dulu.

Mesiki begitu, penertiban akan kembali gencar dilakukan, mengingat masa tanggap darurat bencana sudah selesai pada akhir bulan lalu. Langkah selanjutnya, Pemkab Bogor akan menertibkan plang toko berbahasa arab yang tak sesuai dengan izinnya.

Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan empat pelaku dan enam korban yang terlibat praktik kawin kontrak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada Desember 2019.

baca juga: Jalan Tol Cipularang Putus? Jasa Marga: Itu Hoaks

“Pelaku berinisial ON alias Mami E, IM alias Mami R, BS, dan K. Sedangkan, enam korbannya perempuan dewasa berinisial H, Y, W, SN, IA, dan MR,” ucap Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni saat itu.

Seperti diketahui, cuaca buruk yang terjadi pada Rabu (1/1) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor. Longsor terjadi di Kecamatan Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg, sedangkan banjir terjadi di Kecamatan Gunung Putri dan Jasinga.

baca juga: Operasional Lokomotif Uap D1410 Diresmikan, Pemkot Surakarta Ucapkan Terima Kasih Pada PT KAI

Komentar

News Feed