Headline.co.id, Jakarta ~ Ketipisan bodi kembali menjadi tren utama di pasar smartphone premium pada 2026. Produsen teknologi kini berlomba menghadirkan ponsel dengan desain ultra-tipis tanpa mengorbankan performa tinggi, kamera canggih, hingga kapasitas penyimpanan besar. Samsung Galaxy S25 Edge menjadi salah satu perangkat yang paling mencuri perhatian berkat bodi setebal 5,8 mm dan bobot 163 gram. Namun, perangkat tersebut ternyata bukan ponsel tertipis yang pernah hadir di industri smartphone.
Dilansir dari BGR pada Senin (25/5/2026), sejumlah produsen seperti Apple, Samsung, Oppo, hingga Vivo berhasil menciptakan smartphone dengan dimensi yang bahkan lebih ramping dibanding Galaxy S25 Edge. Beberapa di antaranya merupakan ponsel layar lipat modern, sementara lainnya adalah perangkat lawas yang sudah hadir sejak 2014.
Tren ini menunjukkan bahwa desain tipis kini kembali menjadi simbol kemewahan dan inovasi teknologi di kelas flagship. Para produsen berupaya melakukan rekayasa perangkat keras secara ekstrem agar mampu mempertahankan performa tinggi di dalam bodi yang semakin ringkas.
Samsung Galaxy S25 Edge Jadi Sorotan di Kelas Premium
Samsung Galaxy S25 Edge menjadi salah satu perangkat flagship yang banyak diperbincangkan karena mampu menggabungkan desain tipis dengan spesifikasi kelas atas. Ponsel ini hadir dengan ketebalan 5,8 mm dan ditenagai chipset setara Galaxy S25 Ultra.
Samsung juga tetap menyematkan kamera utama 200 MP pada perangkat tersebut. Meski demikian, demi menjaga desain ramping, Samsung harus mengorbankan lensa telefoto dan kapasitas baterai yang lebih besar.
Galaxy S25 Edge masih mempertahankan lensa ultra-wide serta dukungan One UI 8.5 terbaru. Dari sisi kemampuan video, perangkat ini juga mampu merekam hingga resolusi 8K.
iPhone Air Pecahkan Rekor HP Tertipis Apple
Apple melalui iPhone Air berhasil mencatatkan diri sebagai produsen dengan ponsel tertipis di lini iPhone. Perangkat yang diluncurkan pada 19 September 2025 itu memiliki ketebalan hanya 5,6 mm atau lebih tipis 0,2 mm dibanding Galaxy S25 Edge.
Meski demikian, Apple juga melakukan sejumlah kompromi besar pada perangkat tersebut. iPhone Air tidak lagi dibekali lensa telefoto dan ultra-wide. Selain itu, kemampuan perekaman videonya dibatasi hanya sampai 4K 60 fps tanpa dukungan ProRes.
Dari sisi daya, iPhone Air mengusung baterai 3.149 mAh. Kapasitas itu lebih kecil dibanding Galaxy S25 Edge yang membawa baterai 3.900 mAh. Dalam sejumlah pengujian independen, keduanya disebut memiliki daya tahan baterai yang tergolong biasa saja untuk ukuran flagship premium.
Galaxy Z Fold 7 Tawarkan Desain Super Tipis Saat Dibuka
Samsung juga menunjukkan inovasi melalui lini ponsel lipat Galaxy Z Fold 7. Saat dalam kondisi tertutup, perangkat ini memiliki ketebalan 8,9 mm. Namun ketika dibuka penuh, bodinya hanya setebal 4,2 mm.
Desain lipat memberikan ruang sasis yang lebih luas sehingga Samsung tetap mampu menyematkan spesifikasi tinggi. Galaxy Z Fold 7 diketahui membawa kamera utama setara Galaxy S25 Ultra, lensa telefoto, baterai 4.400 mAh, hingga kapasitas penyimpanan mencapai 1 TB.
Teknologi ini memperlihatkan bagaimana produsen smartphone mampu memadukan desain tipis dengan fitur premium tanpa terlalu banyak kompromi.
Samsung Galaxy Z Trifold Jadi Salah Satu yang Paling Tipis
Samsung juga menghadirkan inovasi layar lipat tiga melalui Galaxy Z Trifold. Saat dibuka penuh, perangkat ini hanya memiliki ketebalan 3,9 mm.
Namun konsekuensinya, saat dilipat bodi perangkat menjadi jauh lebih tebal hingga mencapai 12,9 mm. Smartphone ini dipasarkan dengan harga premium sekitar USD 2.899 dan lebih menyasar penggemar teknologi kelas atas.
Meski sangat tipis, Samsung tetap mampu menanamkan baterai berkapasitas 5.600 mAh serta mempertahankan lensa telefoto di perangkat tersebut.
Oppo R5 Jadi Pelopor HP Super Tipis
Tren smartphone tipis sebenarnya bukan hal baru di industri teknologi. Pada 2014, sejumlah produsen sempat berlomba menghadirkan perangkat dengan desain ultra-tipis.
Salah satu yang paling terkenal adalah Oppo R5. Smartphone ini hadir dengan ketebalan hanya 4,85 mm, lebih tipis dibanding iPhone Air maupun Galaxy S25 Edge.
Demi mencapai desain tersebut, Oppo menjadi salah satu pelopor yang menghilangkan audio jack 3.5mm, slot MicroSD, dan hanya menyediakan satu slot nano-SIM. Namun pada masanya, performa perangkat ini dinilai belum terlalu unggul dibanding pesaing di kelas premium.
Vivo X5 Max Masih Jadi Salah Satu HP Tertipis Sepanjang Masa
Vivo X5 Max menjadi salah satu perangkat paling fenomenal dalam sejarah smartphone tipis. Dirilis pada 2014, perangkat ini hanya memiliki ketebalan 4,75 mm.
Menariknya, Vivo tetap mempertahankan audio jack 3.5mm, dua slot SIM, serta slot MicroSD pada perangkat tersebut. Bahkan tonjolan kameranya juga dibuat sangat minimalis.
Meski spesifikasinya kini sudah tertinggal untuk standar 2026, Vivo X5 Max masih dianggap sebagai bukti bahwa desain ultra-tipis tetap memungkinkan tanpa harus menghilangkan terlalu banyak fitur penting.
Keberadaan perangkat ini bahkan menjadi perbandingan menarik terhadap smartphone modern yang kini banyak menghapus berbagai port demi mengejar estetika desain premium.
Ketipisan Kini Jadi Simbol Baru Smartphone Premium
Persaingan smartphone flagship kini tidak lagi hanya soal performa chipset atau kemampuan kamera. Ketebalan bodi mulai menjadi identitas baru yang menunjukkan kemampuan rekayasa teknologi sebuah produsen.
Produsen seperti Samsung dan Apple terus mencoba menekan dimensi perangkat sambil tetap mempertahankan fitur unggulan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa konsep ponsel ultra-tipis sebenarnya sudah lebih dulu diperkenalkan oleh brand seperti Oppo dan Vivo sejak lebih dari satu dekade lalu.
Dengan perkembangan teknologi baterai, pendingin, dan desain sasis yang semakin canggih, tren smartphone tipis diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.



















