Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Kesehatan

Lonjakan Kasus DBD di Gunungkidul, Pemerintah Gencarkan Upaya Pencegahan

8552
×

Lonjakan Kasus DBD di Gunungkidul, Pemerintah Gencarkan Upaya Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah (ist)

Headline.co.id, Gunungkidul ~ Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga akhir Mei, jumlah kasus mencapai 151 dengan satu anak meninggal dunia. Dengan tambahan ini, total kasus DBD di Gunungkidul sepanjang tahun 2024 mencapai 803 kasus dengan empat kematian.

Baca juga: Penjual Cilok Asal Ciamis ditemukan Tewas di Kamar Kos Maguwoharjo, Diduga Alami Sakit Sebelum Meninggal

Sidig Hery Sukoco, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus terus terjadi hingga 27 Mei 2024. “Hingga saat ini (27 Mei 2024) total kasus ada 803, kematiannya ada empat,” ujar Sidig saat ditemui pada Rabu, 29 Mei 2024.

Kasus terbaru yang berakhir dengan kematian terjadi pada 17 Mei 2024 lalu. Pasien merupakan seorang anak berusia 6 tahun dari Kalitekuk, Semin. Anak tersebut sempat dirawat di rumah sakit swasta di Gunungkidul sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. “Terbaru meninggal usia 6 tahun, di Kalitekuk, Semin,” jelas Sidig.

Baca juga: Cari Klinik Kecantikan di Jogja, ini 7+ Rekomendasi Terbaik Harga Bersahabat

Mayoritas kasus DBD di Gunungkidul menyerang anak-anak berusia 5-14 tahun. Kapanewon Wonosari dan Kapanewon Paliyan menjadi wilayah dengan penyebaran terbanyak. “Terbanyak di Kapanewon Paliyan dan Wonosari,” tambah Sidig.

Merespons lonjakan ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sedang mengupayakan penambahan anggaran untuk mendukung surveilans, pengadaan insektisida, larvasida, dan fogging. “Terkait penambahan anggaran sudah diperhitungkan kebutuhannya,” ujar Sidig.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Underpass Kentungan, Sleman: Satu Mahasiswa Alami Luka Ringan

Selain itu, Sidig menekankan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai kunci utama dalam penanganan DBD. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah dan berfokus pada fogging sebagai satu-satunya cara pencegahan. Padahal, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. “Fogging hanya upaya untuk memberantas nyamuk yang dewasa,” jelasnya.

Dengan situasi yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penanganan DBD untuk menekan angka kasus yang terus meningkat.

Terimakasih telah membaca Lonjakan Kasus DBD di Gunungkidul, Pemerintah Gencarkan Upaya Pencegahan semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Jl. Affandi Sleman Libatkan Empat Kendaraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *