by

Dituduh akan Rubuhkan Masjid, KAI Siap Bangunkan Masjid yang Lebih Bagus di Lahan Eks Rumah Dinas Cihampelas

Headline.co.id (Bandung) ~ PT KAI (Persero) telah menertibkan aset rumah dinas yang terletak di Jl Chiampelas No 149 pada Rabu (20/11). Aset tersebut dulunya merupakan rumah dinas yang ditinggali oleh salah seorang pejabat kereta api bernama M. Hadiwinarso waktu itu. Saat ini telah berubah fungsi menjadi tempat ibadah menjadi Masjid bernama Jami’ Nurul Iklas dengan dalih lahan tersebut telah diwakafkan. Jika dilihat bangunan tersebut terlihat seperti rumah biasa atau rumah dinas, bukan seperti lazimnya sebuah masjid.

baca juga : Miliki Bukti Kuat, PT KAI Tertibkan Aset Jalan Cihampelas

Dikutip dari Ind Time, Ketua DKM Masjid Jami’ Nurul Ikhlas menyampaikan bahwasanya rumah peninggalan Belanda itu berubah fungsi menjadi tempat ibadah umat muslim sejak 17 Agustus 2012. Mereka mengklaim bahwa tempat tersebut merupakan wakaf dari dari seseorang yang mengaku ahli waris M. Hadiwinarso.

Ia mengaku telah memiliki surat wakaf dari ahli waris M. Hadiwinarso. Namun ketika wartawan meminta untuk melihat surat tersebut justru menolak untuk menunjukan.

Sementara kuasa hukum PT KAI, Andi Sukandi justru terbuka kepada wartawan, Ia gamblang memberikan penjelasan salah satunya ia menunjukan surat legal atas tanah dan bangunan tersebut. Bukti yang dimiliki oleh PT KAI berupa akta jual beli bernomor 232 yang diterbitkan pada tahun 1954. Didalam akta tersebut dijelaskan bahwa pada hari Rabu, 31 Juni 1954 PT. KAI yang diwakili Insinyur praktek pada Djawatan Kereta Api, Tuan Mas Djatie, membeli tanah dan bangunan dengan harga Rp 90,- ribu dari seorang warga Belanda. Tanah tersebut tercatat seluas 1.656 meter persegi.

KAI Siap Bangunkan masjid yang lebih layak
KAI Siap Bangunkan masjid yang lebih layak

Bukti lainnya adalah surat dari ahli waris M. Hadiwinarso yang menyatakan telah mengembalikan  bangunan yang sempat ditinggali orang tuanya ketika menjabat sebagai pejabat PT. KAI. Surat tersebut menyatakan bahwa keluarga dari M. Hadiwinarso yang diwakili oleh Desto Jumeno, telah menerima Rp 120,- juta dari PT. KAI sebagai uang kasih sayang kareta telah mengembalikan rumah dinas pada 1 Maret 2007 lalu.

Baca juga : Terbukti, Lahan Masjid Jalan Cihampelas nomor 149 Milik PT KAI

Setelah menertibkan aset yang terletak di Jalan Cihampelas tersebut banyak beredar kabar hoax. Bahwasanya perusahaan kereta api dikabarkan akan merobohkan masjid dengan alas an yang tidak masuk akal. Saat ini isu agama memang mudah dijadikan alat untuk pengumpul massa. Fakta sebenarnya sebaimana disampaikan Andi selaku ahli hukum PT KAI , kereta api siap membangunkan masjid yang lebih layak diatas lahan tersebut.

Andi berencana akan menempuh jalur hukum dan menggugat pihak-pihak yang mencemarkan nama baik dan menyebarkan berita hoax.

Dihimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kabar bohong atau hoax yang saat ini beredar. Kereta api siap mendukung masyarakat setempat membangun masjid dilahan tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed