Mutiara Headline
banner 325x300
Kirim Berita Suara Pembaca
Pendidikan

Kemendikbudristek Peringati Hari Jadi Majapahit dengan Gaung Sakala Bhumi Majapahit

258
×

Kemendikbudristek Peringati Hari Jadi Majapahit dengan Gaung Sakala Bhumi Majapahit

Sebarkan artikel ini
Merawat Peradaban Majapahit
Merawat Peradaban Majapahit

Headline.co.id (Jakarta) ~ Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur telah menggelar Gaung Sakala Bhumi Majapahit sebagai bagian dari peringatan hari jadi Majapahit yang ke-730. Acara ini juga bersamaan dengan penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama Majapahit, membangkitkan semangat kolektif dalam menjaga warisan budaya.

Baca juga: Pelatih Persita Tangerang, Divaldo Alves, Tanggapi Kekurangan Fokus dalam Laga Kunci

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Fitra Arda, mengungkapkan pentingnya acara tahunan ini sebagai sebuah memoar dan pendidikan sejarah tentang kemegahan Kerajaan Majapahit pada masa lalu. Fitra menjelaskan, “Gaung Sakala Bhumi Majapahit adalah upaya untuk memperingati kebesaran dan megahnya Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan besar di Nusantara pada zamannya. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini.”

Selain itu, Fitra juga mendorong seluruh masyarakat, terutama masyarakat Jawa Timur, untuk terus merawat dan melestarikan peninggalan Kerajaan Majapahit sebagai wujud penghargaan terhadap warisan nenek moyang bangsa. “Melalui Gaung Sakala Bhumi Majapahit, kami mengajak semua warga masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam melestarikan peninggalan Kerajaan Majapahit, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pemajuan kebudayaan Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Para Santri Di Semarang Diharapkan Terapkan Strategi Green Ocean dalam Usaha Mereka

Peringatan hari lahir Majapahit yang ke-730 mengusung tema “Merawat Peradaban Majapahit,” mencerminkan komitmen untuk menjaga keberadaan dan mengembangkan Keberlanjutan dan Objek Pemajuan Kebudayaan (KCBN dan OPK) di Situs/Kawasan Situs Majapahit. Acara ini menandai pendekatan baru dalam melestarikan Warisan Peradaban Majapahit dengan menggabungkan pelestarian KCBN dan pemajuan OPK di Situs/Kawasan Situs Majapahit dalam satu kegiatan terpadu. Tema ini juga mencerminkan upaya meningkatkan peran serta lintas sektoral dan pemangku wilayah dalam pelestarian KCBN dan OPK di Situs/Kawasan Situs Majapahit.

Gaung Sakala Bhumi Majapahit merupakan acara yang melibatkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan bidang kebudayaan, termasuk Pusat, Unit Pelaksana Teknis, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan komunitas. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan termasuk Lomba Fotografi OPK dan E-Komik, Jelajah Situs dan Ekspresi Budaya, Adi Budaya On Air, Opera Majapahit Gayatri Sang Sri Rajapatni, Festival Cahaya, Lomba Menggambar OPK, Dolanan Anak Tradisional, Dialog Budaya Majapahit, Gelar Budaya Majapahit, Mobil Bioskop Keliling (Bioling), Pameran Lukisan, Fotografi, dan E-Komik, serta Pasar Rakyat.

Baca juga: DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) XI

Awal kegiatan dimulai dengan Lomba E-Komik, Lomba Foto, serta Jelajah Situs dan Ekspresi Budaya di Pondok Indah Mall yang melibatkan 46 sekolah dan 650 siswa. Pada tanggal 4 November, telah dilakukan pemutaran film dan pertunjukan musik Opera Majapahit Gayatri Sang Sri Rajapatni, Festival Cahaya, dan pembukaan Gaung Sakala Bhumi Majapahit yang merupakan hasil kolaborasi dengan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media.

Kegiatan akan berlanjut pada tanggal 11 dan 12 November 2023 dengan berbagai aktivitas, termasuk pasar rakyat yang diisi oleh desa sekitar dan UMKM, pemutaran Bioling, Dialog Budaya, Pameran, Adi Budaya On Air, Dolanan Tradisional, serta Gelar Budaya Majapahit yang akan melibatkan Kabupaten/Kota sekitar.

Gaung Sakala Bhumi Majapahit adalah wujud nyata kerja sama, gotong royong, dan kolaborasi dari semua pihak dalam pelaksanaan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, terutama dalam perlindungan warisan budaya Majapahit yang begitu berharga. Acara ini menjadi momentum penting dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang kaya dan megah dari Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Menteri Agama Ajak Umat Islam Salat Gaib dan Doakan Palestina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *