Headline.co.id, Sumenep ~ Ketahanan pangan di Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkuat melalui pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun sayur dan buah. Babinsa Koramil 0827/21 Raas, Eko, bersama warga, kelompok tani, dan perangkat desa mengolah lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk ditanami berbagai komoditas pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan warga kepulauan terhadap pasokan sayuran dari daratan yang dipengaruhi biaya transportasi laut dan kondisi cuaca. Pendampingan tersebut berlangsung hingga warga memperoleh edukasi mengenai pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, dan perawatan tanaman.
Gerakan pemanfaatan lahan kosong itu diarahkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat. Warga didampingi sejak tahap pembersihan lahan, pengolahan tanah, hingga penanaman bibit.
Eko mengatakan, lahan di sekitar rumah warga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan yang bisa dikonsumsi sendiri atau dijual apabila produksinya berlebih.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Lahan kosong jangan dibiarkan tidur. Kalau ditanami sayur dan buah, hasilnya bisa untuk makan sehari-hari, bahkan bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Eko, Rabu (4/11/2026).
Warga Raas Tanam Beragam Komoditas
Lahan yang mulai diolah warga ditanami sejumlah sayuran, lain cabai, tomat, terong, sawi, bayam, kangkung, dan kacang panjang. Selain itu, warga menanam buah-buahan seperti pepaya dan pisang.
Pemanfaatan lahan tersebut menjadi penting bagi masyarakat kepulauan karena pasokan sayuran dari daratan tidak selalu berjalan lancar. Biaya transportasi laut dan faktor cuaca dapat memengaruhi ketersediaan serta harga bahan pangan yang masuk ke wilayah Raas.
Dengan kebun produktif di sekitar tempat tinggal, warga memiliki kesempatan memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Hasil kebun juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga jika panen yang diperoleh melampaui kebutuhan sehari-hari.
Namun, sejumlah pekarangan dan lahan kosong di sekitar rumah warga selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan pengetahuan mengenai budidaya tanaman dan akses terhadap bibit menjadi salah satu kendala yang dihadapi masyarakat.
Pendampingan Babinsa Tak Berhenti pada Penanaman
Pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya berupa kegiatan menanam bibit. Warga juga mendapat edukasi dasar mengenai pengolahan tanah, penggunaan pupuk organik, serta perawatan tanaman agar dapat tumbuh secara optimal dan lebih ramah lingkungan.
Pengetahuan tersebut diperlukan agar kebun yang dibangun tidak hanya menghasilkan panen dalam waktu singkat. Dengan perawatan yang berkelanjutan, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dikembangkan menjadi sumber pangan keluarga.
Eko menyebut pemanfaatan lahan bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian pangan warga pulau dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan sayuran dari luar pulau.
Keberlanjutan kebun warga akan bergantung pada konsistensi masyarakat dalam merawat tanaman, keberlanjutan pendampingan, serta kemampuan mengelola hasil panen. Apabila dikelola secara berkesinambungan, kebun tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung perekonomian keluarga.
Kolaborasi TNI dan Warga Dukung Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengapresiasi kolaborasi TNI dan masyarakat di Raas. Gerakan pemanfaatan lahan kosong itu dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong kemandirian pangan dari tingkat desa hingga wilayah kepulauan.
Keterlibatan kelompok tani dan perangkat desa menjadi bagian dari gotong royong dalam mengembangkan lahan yang tersedia. Babinsa bersama warga menjalankan proses pengolahan lahan dan penanaman dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar tempat tinggal.
Apabila hasil panen melimpah, sebagian produksi dapat dipasarkan untuk menambah pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, lahan yang sebelumnya dibiarkan tidak terpakai berpeluang menjadi penopang kebutuhan pangan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi warga Raas.
Gerakan ini menjadi langkah awal untuk membangun kebun produktif di wilayah kepulauan. Manfaatnya dalam jangka panjang akan ditentukan oleh kemampuan warga mempertahankan perawatan tanaman dan mengembangkan hasil kebun secara berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















