Headline.co.id ~ Generasi muda Indonesia didorong memanfaatkan GenoHack 2026 untuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi genomik sekaligus menciptakan lapangan kerja. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan dorongan tersebut dalam Grand Final Pitch dan Prototype Showcase/Demo GenoHack 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026). Ajang bertema Hackathon Deeptech Genomik 2026 itu diikuti sembilan tim yang mempresentasikan gagasan dan prototipe solusi berbasis teknologi genomik. Penguatan ekosistem inovasi dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi dapat berkontribusi terhadap produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan perluasan kesempatan kerja.
Yassierli mengatakan anak muda perlu didorong untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan melalui pengembangan teknologi, usaha, dan inovasi. Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam melahirkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya sangat mendukung inisiatif seperti ini. Memang sudah seharusnya anak-anak muda terbaik bangsa hadir bukan hanya mencari lowongan kerja, tetapi juga bisa menciptakan pekerjaan,” ujar Yassierli.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
GenoHack 2026 Hadirkan Gagasan Berbasis Teknologi Genomik
GenoHack 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan berbasis sains dan teknologi menjadi inovasi. Dalam babak final, sembilan tim mempresentasikan ide dan prototipe solusi berbasis teknologi genomik.
Pengembangan tersebut dinilai membuka ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi penerapan ilmu pengetahuan dalam berbagai kebutuhan. Gagasan dan prototipe yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat lebih luas.
Yassierli mengapresiasi penyelenggaraan GenoHack sebagai wadah yang mendorong anak muda mengubah gagasan menjadi solusi nyata. Ia juga menilai kegiatan serupa perlu diperluas ke lebih banyak perguruan tinggi agar kesempatan untuk berinovasi tidak terbatas pada kelompok tertentu.
“Anak muda sudah seharusnya tampil ke depan menjadi inovator. Dan dari inovator itulah yang akan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Inovasi Dinilai Bisa Membuka Lapangan Kerja
Bagi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), penguatan inovasi generasi muda berkaitan dengan upaya memperluas kesempatan kerja. Inovator tidak hanya memiliki peluang untuk menghasilkan produk atau teknologi baru, tetapi juga dapat mengembangkan usaha yang membutuhkan tenaga kerja.
Dengan demikian, kontribusi lulusan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari kemampuan mereka memasuki pasar kerja. Potensi tersebut juga perlu dilihat dari kapasitas mereka dalam menghasilkan solusi, mengembangkan usaha, serta membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Pengembangan teknologi genomik berbasis riset menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, gagasan dan prototipe memerlukan dukungan ekosistem agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ekosistem tersebut dibutuhkan untuk memberi ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan, menguji gagasan, serta mendorong inovasi menuju pemanfaatan yang lebih luas.
Pemerintah dan Perguruan Tinggi Perlu Berkolaborasi
Yassierli menilai kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem inovasi. Dukungan dari kedua pihak diperlukan agar inisiatif seperti GenoHack 2026 dapat mendorong perkembangan ide dan prototipe secara lebih berkelanjutan.
Menurut dia, pemerintah perlu hadir untuk memastikan kolaborasi tersebut dapat dibangun. Kolaborasi juga menjadi pekerjaan rumah agar potensi inovasi generasi muda dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Tentu pemerintah harus hadir, dan inilah pekerjaan rumah kita untuk bisa mengolaborasikan ini ke depan,” ujarnya.
Melalui dukungan terhadap GenoHack 2026, Kemnaker mendorong tumbuhnya generasi muda yang produktif, kreatif, dan mampu menciptakan nilai ekonomi dari inovasi. Tantangannya tidak hanya melahirkan ide baru, tetapi juga membangun kolaborasi agar ide tersebut berkembang menjadi solusi yang bermanfaat.
Penguatan kolaborasi itu diharapkan dapat menghubungkan inovasi dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya berperan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai inovator dan pencipta kesempatan ekonomi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















