Headline.co.id ~ Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggandeng pemerintah daerah dan dunia usaha untuk membantu mengatasi pengangguran Banjarmasin melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Program tersebut dipaparkan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol. Riza Muttaqin di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin, Jumat (16/10/2026). Poliran dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan melalui pendataan, pemetaan keterampilan, penyebaran informasi lowongan terverifikasi, serta fasilitasi pertemuan pelamar dan pemberi kerja. Langkah itu ditempuh karena tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banjarmasin pada Agustus 2025 masih mencapai 6,49 persen.
Angka pengangguran Banjarmasin tersebut turun tipis dari 6,56 persen pada tahun sebelumnya. Namun, TPT Banjarmasin masih lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran terbuka Kalimantan Selatan yang berada di angka 4,16 persen.
Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin pada April 2026 menyebut jumlah pencari kerja di daerah tersebut mencapai 21.220 orang. Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan untuk memperkuat kerja sama pemerintah, kepolisian, dan dunia usaha dalam memperluas akses terhadap kesempatan kerja.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Poliran Tidak Berhenti pada Koordinasi
Riza mengatakan Poliran merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, terutama warga yang masih mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan.
“Program Polisi Peduli Pengangguran ini bukan sekadar agenda koordinasi atau kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam membantu masyarakat yang sedang mencari pekerjaan,” ujar Riza.
Pernyataan itu disampaikan saat pemaparan program Poliran yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, satuan kerja perangkat daerah, serta pimpinan hotel dan perusahaan.
Dalam program tersebut, kepolisian akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pencari kerja dengan pemerintah dan perusahaan. Koordinasi itu diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dengan kompetensi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
Pelaksanaan Poliran mencakup pendataan pencari kerja dan pemetaan kemampuan serta keterampilan mereka. Polresta Banjarmasin juga akan membantu menyebarkan informasi lowongan kerja yang telah diverifikasi dan memfasilitasi pertemuan pelamar dengan perusahaan.
Keterlibatan perusahaan dinilai penting karena pencari kerja perlu mengetahui kualifikasi yang dibutuhkan dalam setiap lowongan. Dengan informasi tersebut, mereka diharapkan dapat mempersiapkan keterampilan dan memenuhi persyaratan pekerjaan secara lebih tepat.
Bhabinkamtibmas Dilibatkan hingga Kelurahan
Untuk memperluas jangkauan program pengangguran Banjarmasin, Polresta Banjarmasin melibatkan personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Personel Bhabinkamtibmas diharapkan membantu mendata warga yang membutuhkan pekerjaan sekaligus menyampaikan informasi mengenai kesempatan kerja hingga tingkat kelurahan. Pendekatan tersebut ditujukan agar informasi lowongan lebih mudah diakses masyarakat yang belum memiliki jaringan atau akses langsung ke perusahaan.
Melalui pendataan itu, kebutuhan pencari kerja dapat dipetakan bersama kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Di sisi lain, informasi mengenai kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan dapat disampaikan kepada calon pelamar.
Keberhasilan Diukur dari Manfaat bagi Pencari Kerja
Riza menegaskan keberhasilan Poliran tidak cukup diukur dari terlaksananya rapat koordinasi atau banyaknya perusahaan yang terlibat. Program tersebut harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Manfaat yang dimaksud lain kemudahan memperoleh informasi lowongan kerja, kesempatan mengikuti pelatihan, dan peluang mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian, Poliran diharapkan dapat menjawab kebutuhan pencari kerja secara lebih konkret.
Polresta Banjarmasin berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dan dunia usaha berlangsung secara berkelanjutan. Program itu diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan koordinasi, tetapi menjadi salah satu upaya konkret untuk membantu masyarakat memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















