Headline.co.id, Surakarta ~ Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mendampingi pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Surakarta pada Senin (12/10/2026) untuk mendorong tata kelola BLU yang efektif, transparan, dan akuntabel. Pendampingan dilakukan melalui penguatan pengendalian internal, identifikasi risiko, serta pembahasan sejumlah aspek pengelolaan kelembagaan, layanan, keuangan, dan pengawasan.
Pendampingan pengelolaan BLU UIN Raden Mas Said Surakarta juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi institusi dan aset yang dimiliki guna mendukung peningkatan kualitas layanan. Inspektorat Jenderal Kementerian Agama menempatkan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai fungsi pengawasan, tetapi juga sebagai bagian dari fungsi konsultansi bagi satuan kerja.
Itjen Kemenag Perkuat Tata Kelola BLU
Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Purnomo Mulyosaputro, mengatakan fungsi konsultansi dijalankan untuk membantu satuan kerja memperbaiki tata kelola dan memperkuat pengendalian internal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pendampingan ini diarahkan untuk membantu satuan kerja mengidentifikasi risiko, memperkuat pengendalian internal, serta meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan BLU,” ujar Purnomo di Surakarta, Senin (12/10/2026).
Menurut Purnomo, pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan BLU yang lebih tertata. Penguatan tata kelola dan pengendalian internal diperlukan agar pengelolaan BLU berjalan sesuai ketentuan serta dapat mendukung kebutuhan pengembangan institusi.
Fokus pendampingan tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga mencakup pengelolaan yang berhubungan dengan layanan, keuangan, dan pengawasan internal. Dengan cakupan tersebut, satuan kerja diharapkan dapat meningkatkan efektivitas serta akuntabilitas pengelolaan BLU.
Empat Aspek Pengelolaan BLU
Pendampingan pengelolaan BLU UIN Raden Mas Said Surakarta mencakup empat aspek utama. Keempatnya adalah perencanaan kelembagaan, penetapan tarif layanan, pengelolaan keuangan BLU, serta penguatan pengawasan internal oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI).
Perencanaan kelembagaan menjadi salah satu bagian yang dibahas untuk mendukung arah pengembangan institusi. Sementara itu, penetapan tarif layanan dan pengelolaan keuangan BLU menjadi aspek penting dalam memastikan pengelolaan layanan dan keuangan berjalan sesuai ketentuan.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penguatan pengawasan internal oleh SPI. Pengawasan internal diharapkan dapat mendukung pengendalian pengelolaan BLU sekaligus memperkuat akuntabilitas satuan kerja.
Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan BLU yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pengembangan institusi. Pendampingan juga diharapkan membantu satuan kerja mengidentifikasi permasalahan serta merumuskan langkah perbaikan.
Komunikasi dan Keterbukaan Ditekankan
Pengendali Teknis, Luly Achriyani, menekankan pentingnya komunikasi dan keterbukaan selama proses pendampingan. Koordinasi tim pendamping dan satuan kerja dinilai diperlukan untuk mengidentifikasi permasalahan serta menyusun langkah perbaikan yang efektif.
Komunikasi dan keterbukaan juga menjadi bagian dari upaya memastikan ruang lingkup pendampingan dapat dipahami dengan baik oleh satuan kerja. Melalui koordinasi tersebut, pendampingan diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas dan kecepatan layanan sekaligus memperkuat tata kelola BLU.
Luly juga menekankan pentingnya penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan sesuai ketentuan. Penyelesaian tindak lanjut tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan dan mendorong perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.
UIN Raden Mas Said Siapkan Data dan Dokumen
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pembagian tugas dan ruang lingkup pendampingan oleh Ketua Tim. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari pengaturan pelaksanaan pendampingan tim Itjen Kemenag dan satuan kerja di UIN Raden Mas Said Surakarta.
Ketua Pusat Pengembangan Bisnis UIN Raden Mas Said Surakarta, Helmi Haris, menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran kegiatan. Dukungan tersebut dilakukan dengan mengoordinasikan penyediaan data, dokumen, serta kebutuhan teknis lainnya.
Penyediaan data dan dokumen menjadi bagian penting dalam proses pendampingan karena berkaitan dengan pembahasan perencanaan kelembagaan, tarif layanan, pengelolaan keuangan BLU, serta pengawasan internal. Koordinasi teknis juga diperlukan agar pelaksanaan pendampingan dapat berjalan sesuai pembagian tugas dan ruang lingkup yang telah dijelaskan.
Melalui pendampingan ini, Itjen Kemenag mendorong pengelolaan BLU UIN Raden Mas Said Surakarta yang semakin tertata, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi potensi dan aset institusi sekaligus memperkuat kinerja pengelolaan BLU secara berkelanjutan.
(Rais Maslimudin Jamil)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















