Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendukung rotasi personel Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Dukungan itu disampaikan di Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah Polri melakukan mutasi terhadap 88 personel dan kembali merotasi 199 perwira. Menurut Sahroni, rotasi Polri diperlukan untuk penyegaran organisasi sekaligus mewujudkan slogan “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia juga meminta pengawasan internal diperkuat agar persoalan dapat ditangani tanpa menunggu menjadi perhatian publik.
Sahroni menilai rotasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan posisi personel, tetapi juga perlu diarahkan untuk memperkuat kinerja Korps Bhayangkara. Ia menyebut penyegaran harus dilakukan mulai dari tingkat atas hingga bawah, sejalan dengan kerja kepolisian yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat.
Rotasi Polri untuk Penyegaran Organisasi
“Rotasi atas kepemimpinan Jenderal Suyudi sangat-sangat baik demi penyegaran personel dari atas sampai ke bawah, dan bentuk kerja-kerja yang berslogan Polisi bersama masyarakat,” ujar Sahroni, Senin (12/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan sejumlah mutasi tidak lama setelah dilantik. Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Kompleks Istana, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dua hari setelah menjabat, Kapolri melakukan mutasi terhadap 88 personel. Mutasi itu tercatat dalam Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Polri Kembali Mutasi 199 Perwira
Polri kemudian kembali melakukan mutasi pada 10 Oktober 2026. Mutasi tersebut mencakup 199 personel yang terdiri atas perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen).
Mutasi itu tercatat dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026. Rangkaian rotasi tersebut menjadi bagian dari langkah awal kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto dalam melakukan penyegaran di tubuh Polri.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier. Menurut dia, langkah tersebut bertujuan memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
Sahroni Soroti Pengawasan Internal
Selain memberikan dukungan terhadap rotasi Polri, Sahroni menekankan pentingnya pengawasan internal. Ia berharap anggota kepolisian dapat lebih proaktif memperhatikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan institusi maupun dalam pelaksanaan tugas.
Menurut Sahroni, mekanisme pengawasan tidak semestinya baru berjalan setelah suatu persoalan menjadi viral. Ia meminta persoalan ditangani lebih awal melalui kerja internal kepolisian.
“Tapi tetap pengawasan harus dilakukan oleh internal agar tetap melakukan kerja-kerja yang tidak boleh viral dulu baru dapat perhatian. Bravo Pak Jenderal Suyudi,” tuturnya.
Dukungan Sahroni itu menempatkan rotasi personel dan pengawasan internal sebagai dua hal yang saling berkaitan. Penyegaran organisasi dinilai perlu diikuti pengawasan yang berjalan aktif agar penguatan kinerja Polri dan pelaksanaan tugas kepolisian dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















