Pascabanjir Cirebon, Warga Bersama Tim Gabungan Bersihkan Sisa Material Lumpur

BPBD Kabupaten Cirebon melaporkan banjir yang melanda wilayahnya telah surut
BPBD Kabupaten Cirebon melaporkan banjir yang melanda wilayahnya telah surut. (BNPB)

Pascabanjir Cirebon, Warga Bersama Tim Gabungan Bersihkan Sisa Material Lumpur ~ Headline.co.id (Cirebon). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melaporkan banjir yang melanda wilayahnya telah surut pada Kamis (3/3). Pascabanjir, para warga bersama tim gabungan melakukan pembersihan sisa material lumpur yang terbawa saat terjadi banjir.

Baca juga: Baznas Depok Buka Rekrutmen Pejuang Cinta, Begini Cara Daftarnya

Banjir yang melanda terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya Sungai Guansidanas dan Sungai Cikananga pada Rabu (2/3) pukul 16.00 WIB.

Akibat peristiwa ini, terdapat tiga desa terdampak yakni Desa Kaliwulu, Desa Gamel dan Desa Sarabah yang terletak di Kecamatan Plered. Tercatat banjir berdampak pada 535 KK atau 1.815 jiwa dan 461 unit rumah warga. Dilaporkan jaringan komunikasi dan penerangan tidak terganggu atas kejadian ini.

Tim gabungan yang meliputi BPBD Kab. Cirebon, TNI-Polri, Perangkat Desa, dan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Gamel dan Sarabau segera terjun ke lokasi sesaat setelah kejadian. Koordinasi serta pengkajian secara cepat dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat. Selain itu, tim gabungan juga melakukan penyisiran lokasi untuk keperluan evakuasi warga yang terdampak.

Baca juga: 13 Personel Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran Rumah di Tanah Baru

Potensi hujan sedang masih berpeluang terjadi hari ini (3/3) di wilayah Provinsi Jawa Barat dengan status Waspada. Hal ini sebagaimana dikutip dari laman resmi signature bmkg.

Penyampaian diseminasi informasi dari BPBD Provinsi Jawa Barat mengenai potensi peringatan dini kepada BPBD Kabupaten/Kota telah dijalankan. Untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat agar dapat terinformasi dan bisa menyiapkan langkah mitigasi sedini mungkin untuk menghindari potensi ancaman bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Kemenag Integrasikan Sistem Pendaftaran Pesantren

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.