Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial (bansos) untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Proses tersebut dilakukan sejak awal Maret 2025 dengan melibatkan 130 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang. Langkah ini ditempuh untuk menyelaraskan sejumlah basis data sosial ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam proses verifikasi data bansos Lumajang itu, ditemukan 46.933 penerima yang dinilai tidak seharusnya masuk dalam daftar bantuan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Lumajang, Indriono Krisna Mukti, mengatakan verifikasi dan validasi dilakukan secara menyeluruh. Proses tersebut menargetkan penyelesaian data penerima bansos hingga akhir Maret 2025.
“Verifikasi ini dimulai awal Maret dan ditargetkan rampung akhir bulan ini. Dengan data yang lebih akurat, kami bisa memastikan bantuan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Indriono saat dikonfirmasi, Minggu (9/3/2025).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Data Bansos Diselaraskan ke DTSEN
Menurut Indriono, proses verifikasi dilakukan untuk menyelaraskan beberapa data sosial yang selama ini menjadi rujukan penyaluran bantuan. Data tersebut meliputi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Seluruh data itu diarahkan untuk masuk ke dalam satu sistem terpadu, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyelarasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Lumajang memperbaiki akurasi daftar penerima bansos.
Perbaikan data diperlukan karena masih terdapat penerima yang tercatat dalam daftar bantuan, tetapi dinilai tidak seharusnya menerima bansos. Kesalahan pencatatan semacam itu disebut sebagai inclusion error.
Inclusion Error Capai 46.933 Penerima
Jumlah inclusion error yang ditemukan dalam data penerima bansos mencapai 46.933 orang. Data tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Tiga kecamatan dengan jumlah inclusion error terbanyak adalah Kecamatan Randuagung, Kecamatan Tempeh, dan Kecamatan Pasirian. Temuan itu menjadi salah satu tantangan dalam proses pembaruan dan pemadanan data penerima bantuan.
Pemkab Lumajang melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi data penerima. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan daftar penerima sehingga bantuan sosial diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Pendamping PKH Ditargetkan Verifikasi 12 Data per Hari
Koordinator Sumber Daya Manusia Pendamping PKH Lumajang, Akbar Alamin, mengatakan proses pemeriksaan langsung di lapangan atau ground checking dilakukan untuk mendukung efektivitas perbaikan data.
Sebanyak 130 pendamping PKH dilibatkan dalam proses verifikasi. Pembagian tugas dilakukan agar pemeriksaan dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kami sudah membagi tugas agar pendamping bisa menyelesaikan minimal 12 verifikasi per hari. Beberapa kendala di lapangan seperti penugasan di desa yang berbeda dari domisili pendamping sedang kami atur ulang agar target verifikasi tercapai,” jelas Akbar.
Penugasan pendamping di desa yang berbeda dari domisili menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan verifikasi. Pengaturan ulang penugasan dilakukan agar target pemeriksaan tetap dapat dicapai.
Ditargetkan Rampung Akhir Maret
Verifikasi data penerima bansos dimulai pada awal Maret dan ditargetkan rampung pada akhir bulan yang sama. Pemkab Lumajang berharap pembaruan data tersebut dapat membuat distribusi bansos berlangsung lebih transparan dan tepat sasaran.
Data yang lebih akurat juga diharapkan mendukung pelaksanaan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lumajang. Pemerintah menilai perbaikan data penerima menjadi bagian penting agar bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang sesuai dengan sasaran program.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















