Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Agama Romo Syafii menutup Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 pada Minggu (11/10/2026). Dalam penutupan tersebut, ia menekankan agar penguatan organisasi tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui pengamalan nilai dharma dalam kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan negara. Romo Syafii juga menyampaikan tiga pesan kepada umat Hindu melalui PHDI, yakni memperkuat persatuan dan konsolidasi umat, menghidupkan nilai ekoteologi, serta memperkuat hubungan dengan pemerintah.
Pesan itu disampaikan dalam konteks tema Mahasabha XIII, yaitu “Penguatan PHDI melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya”. Menurut Wamenag, tema tersebut menegaskan pentingnya peran organisasi keagamaan dalam menghidupkan nilai-nilai agama sekaligus memberikan kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Penguatan organisasi tidak hanya tentang kelembagaan, tapi juga implementasi nilai dharma diwujudkan dalam kehidupan umat, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Romo Syafii.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tiga pesan Wamenag untuk PHDI
Romo Syafii secara khusus menitipkan tiga pesan kepada umat Hindu melalui PHDI. Pesan pertama adalah memperkuat persatuan dan konsolidasi umat. Persatuan dinilai menjadi fondasi bagi umat dalam menjalankan kehidupan keagamaan dan organisasi.
Pesan kedua, umat dan organisasi diminta menghidupkan nilai-nilai ekoteologi. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari kehidupan umat dan organisasi, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Pesan ketiga adalah memperkuat hubungan dengan pemerintah. Hubungan tersebut dipandang penting dalam mendukung pelayanan kehidupan beragama.
“Saya menitipkan pesan kepada teman-teman, yang pertama, perkuat persatuan dan konsolidasi umat, hidupkan nilai ekoteologi dalam kehidupan umat dan organisasi, dan perkuat hubungan dengan pemerintah,” pesan Romo Syafii kepada seluruh anggota PHDI.
Wamenag berharap ketiga pesan itu menjadi bagian dari komitmen bersama PHDI dalam menjalankan peran sebagai organisasi keagamaan. Ia menempatkan persatuan, kepedulian terhadap lingkungan, dan hubungan dengan pemerintah sebagai unsur yang saling mendukung dalam kehidupan umat dan pelayanan keagamaan.
Ketua Umum PHDI terpilih jaga persatuan dan toleransi
Ketua Umum PHDI terpilih masa bakti 2026–2031, I Nyoman Cantiasa, menyampaikan komitmen umat Hindu untuk terus menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama.
Nyoman juga mengapresiasi kehadiran Wamenag dalam penutupan Mahasabha XIII. Menurut dia, kehadiran tersebut menunjukkan perhatian dan komitmen pemerintah terhadap kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Kehadiran Bapak Wamenag merupakan tanda komitmen kuat pemerintah dalam mengayomi kerukunan dan pelayanan kehidupan beragama di Indonesia,” ungkap Nyoman.
Komitmen menjaga persatuan dan toleransi itu disampaikan sejalan dengan pesan Wamenag agar PHDI memperkuat konsolidasi umat. Dalam agenda tersebut, PHDI juga menempatkan hubungan dharma agama dan dharma negara sebagai bagian dari penguatan organisasi menuju Indonesia Raya.
Mahasabha XIII PHDI berlangsung empat hari
Mahasabha XIII PHDI Tahun 2026 berlangsung selama empat hari, sejak 8 hingga 11 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Wamenag Romo Syafii pada Minggu (11/10/2026).
Penutupan Mahasabha XIII menjadi momentum bagi PHDI untuk menegaskan kembali peran organisasi dalam kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan negara. Selain memperkuat kelembagaan, PHDI didorong memastikan nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan bersama melalui persatuan umat, kepedulian terhadap lingkungan, serta hubungan yang baik dengan pemerintah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















